Dear Malam

Sunday, 9 February 2014
Aku ingin menulis sediikit tentangmu walau tak ku tahu harus darimana ku memulai semua itu,aku bingung.? Bahkan siapa yang menamaimu malam pun menjadi sebuah tanda tanya besar dalam pikiranku,mungkin aku yang belum tahu siapa yang menamaimu.? Ataukah Pemilik semestalah yang telah menamaimu malam sejak bumi ini diciptakan,sungguh aku tak tahu malam,, tapi yang pastinya ketika kegelapan menyapa,bulan menampakan dirinya dan bintang-bintang mempertontonkan keindahannya di separuh dari bumi ini itulah namamu.itulah engkau yang sering disebut. Malam, engkau adalah salah satu keindahan Tuhan yang begitu jelas terlihat di seantero bumi ini, dan aku juga sering mengagumi kehadiranmu walau tak setiap harinya kekaguman itu hadir untukmu. Maafkan aku sebelumnya malam tapi itulah yang sering ku alami dan mungkin orang-orang diluar sana banyak yang merasakan hal yang sama denganku. Aku selalu bertanya-tanya.? Mengapa engkau membatasi keindahanmu dengan waktu.? Mengapa tak kau luangkan waktu yang lebih lagi dari kehadiranmu sebelum-sebelumnya.? Aku ingin menikmati keindahanmu lebih lama lagi,janganlah kau merangkak mengejar fajar,biarlah mata ini menikmati keindahanmu untuk waktu yang lebih lama. Karena Tak ku dapatkan satu keindahanmu pun di siang hari. Aku harus bagaimana malam untuk Menahamu disini dalam waktu yang lebih lama.? Aku tak berharap kau pergi secepatnya walau hanya untuk sementara, namun apakah keindahanmu masih bisa ku lihat esok.? Apakah keindahanmu hari ini sama dengan yang akan kau pertontonkan esok.? Hatiku berangsur-angsur melemah ketika suara merdunya kokokkan ayam bersahut-sahutan kala pagi menyingsing. Kau telah pergi dengan keindahanmu. Entah esok kau datang membawa keindahan yang sama seperti malam ini juga.? Akan selalu ku genggam pengharapanku setiap harinya kepadamu,pengharapan untuk kau bawa kembali keindahanmu seperti malam ini.
Aku selalu menunggu keindahanmu seperti hari ini,malam.

0 comments:

Post a Comment