Jarak dan Kekasih

Thursday, 20 November 2014
Dear Jarak..
Waktu makin dekat, ini membuatmu seakan berlari lebih cepat dari yang bisa aku perkirakan. Nampaknya kamu tidak sabar menjadi pemisah. Aku tahu, kamu punya kuasa, setiap kita pasti akan berjarak, selalu ada namamu di setiap perjumpaan dua anak manusia, entah itu kekasih, orangtua, sahabat, saudara. Selalu bisa namamu ada ditengah perbincangan setiap orang. Ya, kamu berkuasa Jarak!

Aku tahu, akan berat rasanya beberapa waktu kedepan nanti. Jaraklah yang akan mengambil alih semuanya. Jaraklah yang akan membuat setiap hubungan menjadi apa nantinya, selesaikah atau justru tetap bertahan.

Tak luput juga bahwa Jarak akan membuat begitu banuak perubahan kelak. Di sela-sela Jarak terbentang, bisa jadi banyak cobaan yang akan dihadapi. Selalu ada kejutan disetiap Jarak yang ada. Akan selalu begitu memang.

Tapi Jarak, bisakah kau lebih ramah sedikit? Jangan merubah segalanya. Buat rindu yang ada menjadi hal terindah. Jarak, aku percaya padamu kau tidak akan menyakitiku dengan keganasanmu Jarak. Kau hanyalah soal angka bukan? Jangan buat segala hal menjadi begitu rumit. Jadi teman baikku saja kalau kau mau Jarak, kita kerjasama dengan baik, maukah kau? Jangan menyengsarakan aku kelak, aku ingin kau menjadi penguatku Jarak..

Dear Kekasih...
Apa yang harus aku katakan ketika jarak menjadi penghalang kita? Tidak ada yang benar-benar menyukai keadaan jauh dari orang yang mereka sayangi, begitupun aku. Hanya saja jarak ini sulit untuk dihindari, sudah harus begini memang.

Takkan ada yang berubah, hanya saja waktu kita yang sedikit terkuras untuk hal-hal yang akan kita jalani masing-masing. Selebihnya, tak akan ada yang berubah. Karena jarak, tak berkuasa di atas kita.

Jangan pernah mengeluh kalau jarak itu membuat kita sulit, jangan.. Jarak ini yang akan mendewasakan kita, kita hanya perlu bertahan. Kita telah melewati banyak waktu bersama, maka kupikir tak ada salahnya kita melewati waktu dimana kita tak saling jumpa. Ini cukup adil bukan? Setidaknya kita akan merasa bersama dan tidak bersama, bagaimana rasanya.
Nanti Kasih, barangkali di satu waktu nanti kau akan begitu marah, jengkel dengan sikapku, begitupun aku, tapi maukah kau tetap pada kesabaranmu? Maukah kau tetap menjadi orang yang akan selalu mengajak damai terlebih dahulu, karena kau tahu aku terlalu cepat emosian dan emosiku selalu bertahan lama. Kau tahu itu kan? Nanti pula disatu waktu kau akan begitu lelah, jatuh dan butuh dukungan, tanganku tak kan sampai padamu, tapi maukah kau mengangkat telponku dan mendengar setiap kata yang bertujuan memberimu semangat walau hanya via telepon?

Jarak ini sungguh tak kan berarti untuk kita bukan? Karena kita pasti akan bisa melewatinya. Hanya butuh "penyesuaian". Tak akan ada yang berbeda. Selamat melewati jarak yang ada dalam beberapa waktu kedepan, dia akan mendewasakan kita Kekasih. :)

0 comments:

Post a Comment