Surat Cinta Pertama Untuk Pria Terhebat

Saturday, 1 February 2014


Hai, Pria Terhebat.. Bagaimana kabarmu di timur sana? Sehatkah? Bagaimana kegiatanmu sehari-hari? Semoga pria terhebatku selalu sehat. Aku merindukanmu, Pria Terhebatku. Aku begitu sangat merindukanmu, Papa.
Beberapa waktu sebelum aku menulis surat cinta ini untukmu Pa, aku bercerita banyak tentangmu kepada salahsatu teman dekatku, aku menjelajahi setiap kenangan masa kecilku bersamamu, aku memasuki ruang-ruang hidupku yang kulalui bersamamu Pa, temanku mendengarnya kuyakin dia ingin sekali bertemu denganmu setelah kubercerita tentang kita, Pa. Aku merindukanmu, Pa.
Pa, ingat dulu bagaimana kita menjelajahi jalan di kota kita dulu, kita habiskan waktu bersama, aku mengingatmu dengan begitu jelas kala kau datang ke sekolahku, duduk, sembari tersenyum menunggu hasil apakah aku masuk peringkat tiga besar atau tidak. Ah Papa, kau begitu jelas dimataku saat ini. Aku mengingatmu dengan sangat baik saat ini, bagaimana kau begitu sabar menemaniku begadang menyelesaikan tugas sekolah atau hanya sekedar menemaniku menonton film, ya walaupun sesekali kau tak sanggup menahan kantukmu lagi. Tak hanya itu, kau akan selalu siap siaga menungguku di depan gang rumah kita tiap kali aku pulang malam karena kegiatan di sekolah. Ah Papa, kau memang pria terhebatku.
Apalagi yang bisa kubilang tentang kehebatanmu? Kesabaranmu, ketangguhanmu dan besarnya cintamu Papa? Tak ada satupun detik yang aku tak syukuri karena aku memilikimu, Pa. Kau pria terhebat, ditanganmu aku tumbuh menjadi anak bungsumu yang tangguh, dari keringatmu aku minum Pa, darimu aku belajar arti kesabaran. Ah Papa, rindu membuncah untukmu.
Papa, kutitip rinduku yang mengalir di setiap celah pori-pori kulitku, rindu yang memenuhi jiwaku, kutitipkan rindu ini lewat doaku malam ini untukmu Pa. Sehat selalu Papa disana, aku mencintaimu Pa sampai waktu bisa kubunuh, aku mencintaimu Pa. Demi segala cinta yang Allah titipkan melalui banyak cara, aku mencintaimu Papa. Lebih dari yang bisa aku katakan, aku mencintaimu, Pria Terhebatku, Papa.

0 comments:

Post a Comment