Kelak Mengenang

Thursday, 13 July 2017
Didadamu kulihat cahaya
Ku tau hatimu adalah rumah selanjutnya yg patut kutinggali
Menyelam dirimu lebih dalam
Mengikatkan diri pada hatimu

Sekali kulihat kau adalah senyum yg ingin selalu kubalas
Bibirmu adalah kecup manis yang mendarat di kening
Tanganmu tempat kugenggam mimpi
Matamu tempat ku mereguk kebahagiaan

Pada ketidak keberanianmu
Aku memaklumi getirnya menelan kepahitan
Pada ketidaktegasanku
Aku merikuk dalam gelap
Menenggelamkan diri pada pekat gelap kelak cahayamu menyelamatkan
Begitu pikiranku bekerja

Kau hanya perlu mencintai sebagaimana mestinya
Dan biarkan aku berada di lingkaran penyesalan sebagaimana mestinya pula
Kelak kau akan kukenang sebagai penyesalan yg pahit pun manis
Dan aku kan diingat sebagai cinta yang tak bisa kau gapai
Kelak kita akan saling mengenang
Sebagaimana mestinya

Mks. 12:30AM

Mencoba Menahan Diri

Monday, 22 May 2017
Hati ini sayang mengatakan kau satu-satunya yang bertahta di istanaku
Kau adalah aroma tubuh yang ingin kuhirup kala membuka mata
Kubayangkan aroma tubuhmu dan sinar matahari pagi beradu mesra menyambut pagiku
Sayang, kau bertahta

Pada hatimu, kulabuhkan segala rasa
Telah kuletakkan kau di sudut hati paling dalam yang tak mampu dijamah oleh siapapun
Kau segala yang kumau

Namun...
Apalah kita ini yang hanya manusia biasa?
Berencana adalah konsep kita tentang menjalani hidup
Sedang jawabNya adalah kepastian yg mutlak diterima oleh kita

Satu satu aku merindu
Semua tentangmu, menenangkanku
Namun tanpa ragamu sayang, kenanganmu saja yang menemani
Aku belajar menahan diri

Sayang, kita ini...
Kita adalah bait-bait puisi yang terpaksa menuju baris akhir
Tapi kan tetap ku tulis tentangmu
Karena hanya di kata-kataku, kau abadi.

UPG, 22 Mei, 9.44 PM

Teruntuk @PosCinta

Tuesday, 14 February 2017

Ternyata tahun ini sudah 7 tahun program #30Harimenulissuratcinta berlangsung. Program yang hadir di bulan februari tiap tahunnya ini sungguh menyenangkan. Tahun ini karena berkabung, program ini menjadi #PosCintaTribu7e .
Ketika itu, twitter menjadi salahsatu social media yang paling diminati, nge-tweet apa saja sungguh menyenangkan. Dan dari twitter lah, saya tahu kalau program ini sedang berlangsung.

Teruntuk @PosCinta, program ini sungguh menyenangkan. Awal mengikuti program ini tahun 2014 lalu, selama 30 hari saya menulis surat untuk siapapun, dimanapun dan tentang apapun. Saya pernah menulis surat untuk hewan peliharaan saya yang telah mati, sungguh membuka kembali memori indah. Surat-surat cinta yang kutulis boleh dibilang sebagai pengingat kembali kenangan-kenangan yang saya miliki. Tak sering saya pun menulis surat cinta sebagai hadiah ulangtahun beberapa sahabat saya.

@PosCinta, sampai sekarang saya tidak tahu Bosse itu sebenarnya siapa. Saya penasaran. Tapi saya cukup senang. Bosse sering meng-tweet surat cinta saya "Kriiing! Pos! Pos!" adalah yang paling saya nanti dari Bosse. Saya tidak tahu founder dan Bosse nya siapa, pun dengan akun pribadi twitter mereka, tapi saya yakin Bosse orang yang menyenangkan. Sekalinya saya tahu salahsatu founder malah disaat beliau sudah berpulang.

Teruntuk @PosCinta, terimakasih untuk program menyenangkan dan penuh cinta ini. Saya berterimakasih karena melalui program ini, saya bisa kembali produktif dan konsisten dalam menulis serta membagi cinta untuk siapa saya, benda atau hewan sekalipun, dan juga membuat saya selalu bernostalgia dengan cerita-cerita bahagia maupun sedih yang saya alami melalui menulis. Blog pribadi saya pun terisi dengan tulisan-tulisan penuh cinta dari saya. Sungguh menyenangkan pula disaat banyak sekali kesibukan tapi harus berburu dengan batas pengiriman surat, bila tidak menulis, saya kepikiran sekali. Merasa gagal dan tidak konsisten, makanya sesibuk apapun saya sempatkan menulis.

Teruntuk @PosCinta, terimakasih selama 7 tahun ini mengantarkan cinta untuk semua orang. Semoga program ini terus berlanjut. Semoga founder Om Em damai disisi-Nya, Bosse dan tukang pos semuanya berbahagia dan semoga kita semua selalu dikelilingi cinta. Panjang umur @PosCinta, Bosse, para tulang pos dan kita semua.

Day #7

Dia Yang Namanya Mengguncang Arsy

Monday, 13 February 2017
Makassar, 13 Februari 2017

To one of my best girl in my life.
Surat ini untuk sahabat yang aku kenal sejak 9 tahun lalu yang akan berbahagia selamanya. 


Sahabat, 
Bagaimana bisa keputusan sebesar itu kau ambil, sayang? Angka usia yang masih bisa terbilang muda, kau mengambil keputusan sebesar itu yang tidak pernah ku bayangkan akan secepat ini. Pernah semalaman suntuk kita bertukar cerita tentang apa saja dan siapa saja, tertawa kemudian marah, kemudian tertawa lagi. Pernah kita saling tahu perasaan masing-masing hanya dengan tatapan mata saja. Tapi hari ini kita bahagia cukup dengan satu alasan yang sama. 

Sahabat, 
Menghitung hari perjalanan barumu akan dimulai. Dunia barumu segera jadi. Kau sebagai ratu disana. Menghitung hari dia yang namanya telah tertulis di Lauhul Mahfuz untukmu akan menyebutkan namamu dengan tegas, seketika Arsy berguncang mendengar kalimat panjang kala namamu disebut olehnya. Malaikat-malaikat turun ke bumi menyaksikan kau melangkah menuju dunia baru. Kebaikan yang ada di langit dan bumi hanya untukmu, sayang. 
Maka berbahagialah, Sahabat. 

Sahabat, 
Kau sedang berjalan menuju gerbang dunia baru, sebentar lagi sampai. Gerbang akan segera terbuka dan melangkah masuklah raja dan ratu dunia baru, tinggallah disana selama-lamanya penuh bahagia. 

Sahabat, 
Tak mungkin hidup membuatmu lolos dari segala ujian. Hidup akan tetap melemparkan kerikil dan batu untukmu, tapi aku percaya kan kau lewati semuanya. 
Tidak ada jaminan kelak di dunia barumu kau tidak akan bersedih, namun bersedihlah secukupnya kemudian bahagialah selebih-lebihnya sahabat.
Barangkali hidupmu pun di dunia baru kelak tidak bisa sepenuhnya sempurna, tapi akan selalu baik-baik saja selama kau memeluk Tuhan, sayang. 

Untuk Egiana, Sahabatku, hari dimana namamu mengguncangkan Arsy dan hari-hari setelah itu maka berbahagialah sesuka-sukamu, sebanyak-banyaknya dan selama-selamanya, sayang.

Dari sahabat yang selalu mendoakan bahagiamu.
Yunhay.

Day #6

Day #5 Surat Untuk Nona

Sunday, 12 February 2017
Nona februari
Berkeliling menikmati aroma laut
Rambut hitam panjang sebahu
Bibir merah merona yang tidak tipis
Bola mata hitam dipadu lentik bulu mata
Lesung pipi menambah sempurna

Nona februari
Menikmati senja dengan kasih sayang
Aroma laut membuatnya bahagia
Lantas menari-nari dibawah lembayung sinar keemasan
Angin pantai meniup rambutnya
Aduhai..

Nona februari
Ceria dan manis
Layak menggigit manisan pala
Manis..
Kulit coklat cengkeh
Indah..

Maka pada setiap senja
Di bulan kedua tiap tahunnya
Berbahagialah..
Sebar luaskan cinta semanis pala dan seharum cengkeh
Lesung pipi bersatu dengan senyum di bawah lembayung senja
Tawa lepas khas nona manis
Berbahagialah..

Maka setiap senja
Berbaiklah pada nona februari
Senyum lesung pipinya takkan menyakiti
Melainkan menghantarkan rasa suka dan penasaran
Menyembuhkan luka dengan cerianya
Ia tercipta dari tambahan campuran cengkeh pala
Ditambah sinar lembayung senja februari
Aroma asin laut dan beberapa sajak puisi
Sempurnalah ia, nona februari

Kertas putih beramplop jingga
Beraroma asin laut
Terkirim diantara pendar senja
untuk nona februari




Day #4 Maafkan Lalaiku, Ciki (2)

Saturday, 11 February 2017
Sebelumnya saya pernah bercerita tentang hewan peliharaan saya di #30HariMenulisSuratCinta 2 tahun lalu. Tentang seekor anak ayam yang kuberi nama Ciki.

Ciki, nama pemberian dariku untuk seekor anak ayam yang menjadi hewan pertama dan terakhir yang coba saya pelihara selama ini. Cukup singkat saya menghabiskan waktu bersama Ciki, namun Ciki berhasil meninggalkan bekas yang besar untuk saya dalam hidup ini.
Ciki mati beberapa jam setelah saya memandikannya, pikiran anak kecil berumur 6 tahun kala itu bahwa Ciki juga butuh mandi biar bersih dan harum. Sepeninggalnya Ciki, saya tidak berani memelihara hewan peliharaan apapun lagi, bagiku cukup Ciki. Saya tidak mau mengkhianati Ciki dengan cara mencari pemggantinya. Pikiran saya cukup aneh bukan? Tapi entah, hal ini benar-benar saya pikirkan.

Beberapa waktu lalu, sempat saya ingin membeli kelinci, barangkali menyenangkan memiliki peliharaan lucu seperti kelinci, namun sekali lagi Ciki benar-benar berbekas. Cukup Ciki yang pergi karena kelalaianku. Hari ini khusus saya bercerita tentang Ciki, barangkali rindu dengan bulu-bulu halusnya. Bulan penuh cinta ininutntuk Ciki, maafkan lalaiku Ciki ❤

Day #3 Perihal Kata Orang

Friday, 10 February 2017
Kata orang cinta adalah kesedihan yang kita rencanakan sebenarnya. Pada titik-titik yang kita rencanakan perihal kebahagiaan, semuanya terpaket dengan sendirinya.

Perihal sepaket, hidup begitu adanya. Terpaket bahkan sebelum manusia keluar dari rahim Ibunya.  Bahagia hanya bisa dirasa bila ada rasa kesedihan didalamnya. Ibarat makanan, se-menggiurkan apapun tampilannya tapi bila hambar, takkan pernah puas.

Kata orang cinta adalah perihal membagi sebanyak-banyaknya. Memberi kemudian menerima dan sebaliknya. Sebanyak-banyaknya kadang tanpa pemikiran yang panjang. Konteks memberi dan menerima selalu dikaitkan dengan kata cinta yang diudarakan, sebagai sebuah pembenaran.

Kata orang cinta itu adalah kesenjangan. Hati tahu benar hati mana yang menyakiti namun tetap bertahan. Bukan karena tidak ada pilihan lainnya,  namun sekali lagi kita selalu bersembunyi pada kata cinta itu sendiri. Katanya berani jatuh cinta, berani tersakiti pula. Semacam kontrak yang telah kita tandatangani.

Kata orang cinta adalah perihal ketidaksamaan dua orang. Maka benar, cinta adalah komponen dasar. Menyatukan ketidaksamaan kita.
Sekali lagi perihal kata orang tentang cinta, kembali memiliki definisi masing-masing. Apapun itu, cinta adalah komponen dasar. Membahagiakan kemudian menyedihkan, begitu pun sebaliknya.