DEJA REVE

Monday, 26 September 2016


“DEJA REVE”

Diantara langit merah keunguan aku menemukanmu
tatapan tajammu beradu dengan senja hari itu
aku tersesat diantara dua keindahan
matamu, labirin yang menjebakku disitu
aku tak mau mencari jalan keluar

                                    Diantara hiruk pikuk petang
aku ingin jatuh cinta diam-diam denganmu
diantara bait puisi yang kau baca pagi ini
aku ingin jatuh cinta denganmu sepenuhnya
aku ingin menjadi judul doa malammu
maukah kau membersamai kerumitan di kepala kita?

Aku menikmati punggungmu seperti potongan senja
yang sebagian biasnya terbenam lautan
kucoba mengira-ngira warna bola matamu
mengira-ngira garis senyum bibirmu
kubayangkan semua itu akan cocok bersanding
dengan potongan senja dari bahumu
seperti garis pantai, dan buir-buir ombak yang sayu nan syahdu

Kemudian di pelupuk matamu yang mendung, aku tersesat
arah mata angin tidak mampu menentukan tujuan
hanya ada dahimu disana
suka rela menjadi tanda mata cinta, untukku

Sudahi saja temu ini
dengan cinta selaksa air yang mengalir tenang
sudahi saja temu ini
dengan dentang waktu terhabis bersama
rekat rindu diantara tatapan mata
merapal doa agar sekiranya kita menjadi sepasang
dalam detak rindu; aku yang kau rindu dan kau yang kurindu.

#Sepuisi oleh Yuniar Sakinah & Aniesa Nabila   

Mengerti Menjadi

Monday, 13 June 2016
Ini adalah puisi hadiah ulangtahun dari senior, kakak, yang sangat saya idolakan. Kakak yang paling baik, dewasa dan mengerti apa yang dipikiran adiknya. Terimakasih kak Imam Ipaenin :))
*****
Mengerti Menjadi

Literasi waktumu yang menjadi domain bermakna antara hentak kaki pertama yang tak akan kau ingat simpul senyum bunda kala itu, adalah relung dan rona menjelma syukur dan asa, bahwa urat-urat yang menguatkan struktur tulang dan membantumu tertopang, kelak pasti kebahagiaan mereka.

Lampau yang kau lewat, nanti yang kau capai, kesemuanya harus bernilai bukan dengan angka melainkan bangga. Dan di beranda yang berisi huruf-huruf lugu, sirat surat yang kau rindu, dalam balut sampul warna bercampur merah biru, menjadi ungu, lalu dua puluh empat itu, pilihlah mengerti, agar menjadi.

- 10 Juni 2016

Surat Untuk Juni

Friday, 10 June 2016
Dan ini khusus saya tuliskan untuk saya dan juni ini
****
24 tahun yang lalu
Ibuku menang banyak
Beliau memenangkan pertarungan hidup dan mati
Tugas mulia dimulai

24 tahun yg lalu
Ibuku menggendong seorang putri ditangannya
Putri kelimanya
Mengganjilkan jumlah, menggenapkan bahagia.

Senja ini aku tumbuh menjadi wanita
Mengagumi senja dan sajak-sajak
Tidak menyukai hujan
Tapi tetap menikmati bau tanah basah selepas hujan

Tidak menyukai hujan
Tetapi senang menunggu pelangi tiba

Aku,
Yang dengan angkuh terkadang
Egois membelenggu diri
Menjadi senjata makan tuan bagiku

Namun untuk langit Juni hari ini
Kualamatkan harap padaku
Kuamplopkan doa padaku
Amplop berwarna ungu dengan tulisan emas senja di bagian depannya
Amplopnya berwarna jingga keemasan

Agar semesta membantuku melangkah
Membentuk senja indah di langit mereka
Segala doa terapal Juni ini
Tertuju untukku sendiri
Aku mandi doa, menyenangkan
Aku mandi harap, meneduhkan.

Senja juni membuat amplop berisi harap ini indah
Seluruh senja juni ini kumasukkan dalam amplop
Aku menyimpannya sampai besok
Ah tidak, amplop ini untuk selamanya

Surat untuk yg menjalani hidup
Amplop ungu bercahaya jingga keemasan
Teralamatkan
Di rumahku
Untukku

Gadis Juni

Ini puisi terbaru dari sahabat saya, Aniesa, puisi ini sebagai hadiah ulangtahun saya di Juni tahun ini. Sahabat saya ini mengirimnya via chat Line tadi pagi. Terimakasih Aniesa, Tuhan dan semesta memberkati setiap kata-katamu :))

*****

Tepat hari ini
juni melahirkan seorang anak gadis
terbuat dari sepotong senja dan beberapa percikan warna pelangi
ditambahkan tanah liat, sebongkah daging, dan ruh.
juni menyukai hujan
namun mungkin tidak untuk gadis ini

dalang menyebutnya gadis juni
mungkin ia, gadis juni, kadang jingganya menjadi kelabu saat hujan

suatu ketika ia bercerita
ia benci hujan
karena hujan selalu membasahi puisi-puisinya

juni menyukai hujan
mencintai setiap genangan air yg sering sekali bermain dengan bias lampu jalan

sedangkan ia,
menyukai puisi,
juga aroma kekasihnya.

lantas mengapa ia dinamakan gadis juni oleh sang dalang?

oh.
karena ia dan juni adalah kontras
saling membelakangi
saling membutuhkan.

saling memerhatikan dalam diam
karena sungguh juni sangat menyayanginya.
saat adzan dinyanyikan di telinganya.
juni tahu, ia akan tumbuh menjadi gadis yang setia pada cinta dan persahabatan.

terima kasih masih memilih setia
setelah badai besar yang tak henti2nya menghantam dinding hati.
dan goresan-goresan dalam yang entah sudah berapa banyak.
semoga semesta mengamini semua doa dalam bulan mulia ini. untukmu.
selamat hari lahir kembali :)
selamat menjadi tua.
selamat menjadi dewasa lagi.
selamat menjalani siklus hidupmu yg diperbaharui setiap tahunmu.
selamat ulang tahun gadis senja.
selamat ulang tahun, sahabat. :)

Senja Bulat Penuh Untuk 10 Junimu

Nah kalau ini postingan lama hadiah ulangtahun dari sahabat saya yang sama-sama mengagumi senja untuk 10 Juni saya. Ini tulisan favorit saya, teman saya ini menulisnya di blog pribadi miliknya Ayu
*****
Dear perempuan penggemar senja

Bersama surat ini kukirimkan senja bulat penuh, senja keemasan di ufuk tempat mata kita setia menunggu sebelum gelap. Hanya, maaf saja, tak ada angin dan debur ombak, seperti senja untuk Alina oleh Om Seno.

Oh iya, hampir saja kulupa. Bersama dengan Senja ini terhantur doa-doa tak terucap. Menjelma sederhana, menjelma cinta.Tak lupa, ada kebaikan di dalamnya. Silahkan kau rapal.

Sepaket Senja ini kukirim dalam perjalanan di atas jalan layang, menembus gedung-gedung pongah, beradu cepat dengan sibuknya mereka.Bukan dari tepi permadani maha kaya, tempat para nelayan mempertaruhkan cinta dan perahunya mengadu nasib.  

Kau pasti terkejut dengan kiriman ini.Aku memang tak kunjung khatam merapalmu, namun pasti kau akan menyukainya. Tak bermaksud membenci fajar, hanya saja bersiap menghadapi temaram dengan perbincangan hangat itu lebih sering kita lakukan. Mungkin benar, dalam banyak hal kita hanya butuh membiasakan.

Untuk miladmu, senja ini kumasukkan dalam amplop berwarna emas. Tak benar-benar berwarna emas sebetulnya, cahaya senjalah yang berpendar keluar. Kau mungkin tak punya banyak waktu untuk mendengar, jika lisanku yang menyapa. Maka lewat senja ini kuharap kau mampu merapal kata-kata yang tak sempat terucap, terlebih tertulis. 

Hanya saja, bergegaslah membuka amplop ini, saat bola waktu yang menggelinding telah menyampaikannya padamu. Seperti coklat panas yang nikmatnya berkurang saat dingin mulai membunuhnya.Senja inipun harus cepat-cepat menemui tujuannya. Karena esok hari, lain cerita. 

Saat kau buka, Negeri Senja adalah untukmu. Karena ini miladmu, aku mengalah. Kau pemiliknya sekarang. Tinggallah disana, tidak usah terlalu lama. Cukup kau habiskan 10 Junimu disana. 

Tenang saja, senja abadi disana. Itu sebabnya, kukirim ini sehari sebelum 10 Junimu menyapa. Syukurlah tak ada hujan bulan Juni sore ini untukmu. Iapun telah berjanji, tak akan menyapamu dalam dua hari ini. hanya untukmu. Setelahnya, kau pun bisa bersuka cita bersama sulaman rindu langit kepada tanah. 

Untukmu perempuan penggemar senja, perempuan dari Ambon yang selalu manis, si peramu kata, Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Terima kasih telah menjadi kawan setia menggagumi senja, membumikan senja-senja sebelumnya dengan cerita-cerita hangat. Seperti senja, sandikala, dan cakrawala, Semesta mengajarkan bahwa kawan kita butuhkan untuk menyadari kalau sendiri adalah indah yang belum sempurna.

Selamat menikmati.

Dari kawanmu yang juga mengagumi senja

Kata

Tuesday, 13 October 2015


Aku adalah hati yang kau lukai
Hati yang memiliki cinta
Tapi telah kau sayat hatinya dengan kata-katamu
Hati yang telah kau lukai dengan pisau yang tertancap di mulutmu

Mulutmu berubah menjadi pisau tajam
Sayatan di hati perih
Kamu tahu rasanya?
Pastilah tidak, karena sayatan itu tertuju padaku

Kadang mengapa cinta yang baik
Tersayati oleh kata-kata yang menuruti keegoisan pemiliknya
Kamu tahu katamu kemudian memberi jarak
Berubah menjadi luka
Berubah menjadi tembok besar

Maka sesungguhnya
Berhati-hatilah dengan kata
Kau tidak akan pernah tahu hati siapa yang tetap luka basah
Tiap kali mengingat kata-katamu

Untuk Miladmu, Kekasih

Saturday, 10 October 2015


Untuk miladmu,
Ku kirimkan doa terbaik agar kau berselimut kebaikan, keberkahan, terlindungi dalam hidup yang menyenangkan ini. Semoga kau senantiasa dalam keadaan baik-baik saja dalam hidup. Ku hadiahkan kau cinta dan doa, agar kau tahu tidak ada omong kosong dalam hidup ini, yang ada hanyalah setiap orang yang menyayangi dan mengasihimu.

Untuk miladmu,
Berbaik-baiklah dengan semesta, Kasih. Tak perlu berlomba terlalu keras untuk hidup yang sedang kau jalani, Kasih. Ini bukan persoalan lomba, bukan pula persoalan menang atau kalah. Ini hanya soal berjuang. Kau petarung Sayang, sejak kedua mataku tertuju padamu, kuyakin itu.

Untuk miladmu,
Berbahagialah di hari ini, jangan duduk termangu dengan tatapan kosong, Sayang.. Tataplah segala yang ada didepanmu dengan penuh kepercayaan, keberanian seorang lelaki. Kau memiliki tatapan itu Sayang, maka jangan lesu di hari ini Sayang.
Nikmatilah, kau tahu banyak hal baik yang akan terjadi dalam hidupmu. Seberapa banyak hal buruk yang terjadi, maka begitu banyak pula hal baik yang akan mendatangi hidupmu Kasih. Hidup adalah sepaket, tak usah risau, hal baik datang pada waktu yang baik, Sayang. Kau hanya perlu mempersiapkan diri, toh hidup selalu sepaket  Sayang.

Untuk miladmu,
Semesta menjadi sahabat karibmu, menjadi sayap, menjadi tangga untuk setiap hanturan doa yang mengudara memenuhi langit malam ini untukmu, agar doa itu sampai padaNya, dipelukNya dan dikabulkan satu-persatu sesuai waktu dan kadarnya Sayang. Hari ini, langit penuh dengan doa dan cinta kasih sayang untuk yang terbaik. Semoga hidupmu selalu sesuai kadarnya Sayang, hal baik mengikuti dalam setiap langkahmu. Semoga Sang Maha Pencipta selalu memegang eratmu dimanapun kau berada. Tarikan nafasmu selalu dipenuhi dengan rasa syukur. Segala yang kau butuhkan dalam hidupmu, Allah cukupkan. Berbahagialah Sayang, kuselipkan cinta dan sayang serta doa khusus di sepanjang hari miladmu ini.

Selamat milad ke-23, Ian lelaki terbaikku :)
11 Oktober 2015
Makassar-Ternate hanya sejarak doa :)