Mengaguminya dalam Diam

Friday, 4 November 2011

Entah kapan, aku mulai mengaguminya. Aku lupa tepatnya kapan dan pada saat apa. Aku senang melihatnya berargumen, mengemukakan pendapatnya, aku senang melihatnya saat dia sibuk sendiri dengan pikirannya, sibuk sendiri dengan apa yang dia katakan. Aku senang melihatnya dengan kacamatanya.

Aku mengagumi kepribadiannya. Entah berapa kali aku terlibat pembicaraan yang menyenangkan dengannya atau terlibat momen yang biasa-biasa saja, tapi bagiku luar biasa, cukup membuat jantung berdegup lebih kencang. Tapi, itu tak akan bisa berlangsung lama, karena aku selalu tersipu malu bila di dekatnya. Aku selalu tak mampu berlama-lama didekatnya, tak tahu mengapa, aku cenderung bersikap cuek malah. Aku cukup mengaguminya dalam diam, dalam jauh. Begitu sajalah, sudah cukup untukku. 

Terkadang hal-hal kecil yang berhubungan dengannya saja, bisa membuatku heboh menceritakannya kepada teman dekatku. Misalkan, ketika dia meminjam penaku saat ujian, meminjam staplesku, dll.. Begitu saja. Ya, tepatnya aku bersembunyi di balik kata-kata, tempatku mengaguminya dalam diam.

4 comments:

  1. kata-kata yang indah engkau susun begitu manis

  1. Makasih, Jhoe :)

    btw, salam kenal yak..

  1. febry said...:

    aduuuh... lu bikin gw tersiu sipu

  1. hahahaha :D
    aduh geer deh. ampunmaa... :D,, ckckckck

Post a Comment