Luka yang Tak Berujung

Sunday, 20 May 2012

Aku tahu, mencintaimu hanyalah sebuah luka. Merindukanmu hanyalah menambah tusukan belati di dada. Menyebut namamu hanya membuat hujan di senjaku. Kau hanya sebuah luka yang makin melebar. Perihnya tak berkesudahan.

Kau adalah kecewa, sedih dan marah yang tak pernah ada ujungnya.
Kau adalah pagi yang mendua, siang yang melukai, senja yang mengecewakan dan malam yang berkhianat. Dan aku pun tahu, pergi darimu adalah sebuah kenyataan yang harus terjadi, bersama tak akan pernah lebih baik. Karena kau adalah cinta yang penuh luka dan caramu mencintaiku adalah sebuah luka yang perihnya tak berujung..

6 comments:

  1. Indah kata2mu.
    #Keep smiling ya.

  1. Mahabbah said...:

    jika demikian, semoga langkah ke depan semakin dalam rahmat-Nya....

  1. like this yoo :D..
    seribu jempol deh buat adhe unhy.. :)

  1. Makasih tuk seribu jempolnya, kak :)

Post a Comment