Masih di Buku yang Sama, Aku Menulismu...

Tuesday, 8 May 2012

1
1. Dalam hujan, aku masih bisa merasakan hangatmu. Masih tetap bisa menari indah, walau hujan membasahi rambut panjangku. Karena hanya hujan, aku bisa meluapkan rinduku untukmu.

2. Aku senang seperti ini. Iya, seperti ini. Diam-diam mengagumimu. Diam-diam mendengar setiap katamu. Diam-diam mendengar helaan napasmu. Diam-diam mataku selalu mengikuti kemana kau pergi. Diam-diam aku rindu padamu. Dan, diam-diam aku mencintaimu.

3.   Sebatas apa kau tahu tentangku?
Kalo aku, janganlah ditanya. Selama malam dimulai dengan senja terlebih dulu, selama itu pulalah aku tahu tentangmu, mengingatmu dan merindukanmu.

4.   Hanya antara kamu dan senja, akan selalu ada rindu disetiap keindahannya.

5.   Akan selalu ada puisi cinta untukmu, maka bacalah.

6.   Berharap kita lebih dari sekedar teman. Bisakah kau berharap seperti itu pula?

7.   Bila hari ini panas terik, sepanas itu pulalah rinduku untukmu. Dan bila hari ini hujan deras, sederas itu pulalah rinduku untukmu.

8.   Di tempat ini, aku hanya bisa melihat dan mendengarmu.

9.   Berharap ‘cinta’ tumbuh di hatimu.
Berharap ‘rindu’ menggerogoti dirimu.

10. Disini, masih selalu kamu walau belum tersentuh.

11.  Masih selalu kamu. Walau hanya suaramu yang terdengar.

12. Aku dan kamu nyata, bukan sesuatu yang semu.

13. Apakah diam-diam kau merasakan hal yang sama terhadapku?
Bila iya, tunjukanlah. Nanti..

14. Masih di buku yang sama, aku menulis namamu.

15. Cukuplah sampai disini. Tak bermaksud untuk berhenti, namun kurasa cukup sampai disini. Dan aku akan kembali merindukanmu pada setiap senja yang akan menyambut malam.

1 comments:

  1. RahMa said...:

    cinta oh cinta...

Post a Comment