Nostalgia Sahabat. #Karena Rindu Itu Ada-1

Tuesday, 30 October 2012

Hai.. Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Aamiin

Well, malam ini saya mau bernostalgia *asik :D
tapi bukan tentang saya dengan seseorang yg berlainan jenis dengan saya, bukan.
Malam ini, saya mau bernostalgia, bercerita tentang  sahabat terhebat yang pernah saya miliki dalam hidup yang serba penuh kebahagiaan daan kesengsaraan ini.

Saya percaya Allah itu Maha Baik. Terlihat Dia mengirimi saya dengan perempuan hebat dan terbaik dalam hidup saya.

Muzdhalifa Rukmayana aminuddin. Iffa, Gode biasa dia disapa. Sahabat saya ini sudah berulang kali saya menulis tentangnya di blog ini. Iffa, cewek super menyebalkan yang pernah saya temui dan cewek yang super unik, beda yang pernah saya ketahui keberadaannya. :D

Ini dia sahabat terbaik saya, Iffa.
Saya bertemu dengannya di awal latihan perdana Pramuka semasa SMA dulu. Saat itu, kami dipertemukan dalam satu sangga (regu). Setelah hari minggu itu, hari-hari selanjutnya adalah hari dimana saya mengenal dia secara bertahap. Kali ini saya mau jujur, kadang saya membenci sikapnya yang emnyebalkan, tapi itu kadang menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Saya sering merasa jengkel bila bercerita tentang puisi, lagu atau novel dengannya. Kenapa? Karena dipastikan ga bakalan nyambung..bung..bung.. ga tau itu anak pake pentium berapa --“

Lemotnya dijamin bikin jengkel, bikin emosi. Bahkan kadang terpikir oleh saya, kesialan apa sampai-sampai saya harus dipertemukan dengan ini anak. Tapi harus saya akui, saya teramat terbekati karena Allah mengirimi dia sebagai sahabat terbaik yg pernah saya miliki dalam hidup ini.

Dari sekian banyak cerita dan kejadian yang pernah saya lalui dalam hidup dan baiknya lagi Allah memberikan saya kesempatan melalui itu semua dengan Iffa. Salahsatunya adalah saat kita duduk di kelas 3 SMA. Saat itu dia sedang dalam hubungan special dengan seorag cowok berinisial A, ada masalah pada hubungan mereka, kala itu soal restu. Iffa bahkan dalam beberapa waktu yg cukup lama tak bisa menemui saya bahkan tak bisa duduk lebih lama dengan saya tuk sekedar menjadikan saya tempat curhatnya seperti biasa, saya bahkan susah menebak keadaannya. Namun, suatu malam kala itu saya iseng ng-NET , tiba-tiba sms masuk ke HP nokia jadul milik saya, sms dari Iffa, yg intinya ia ingin bertemu dengan saya malam itu juga, alhasil setelah menunggu beberapa menit Iffa muncul di warnet, muncul tepat didepan sayaa. Jadilah kami berdua duduk berhadapan di lantai 1 dari bangunan yang saat itu lantai 1 nya adalah merupakan tempat makan, dan lantai 2 nya adalah warnet. Saya mendengar dgn seksama semua risau dan gelisah yang dia rasakan. Saya dengar semua yang dia rasakan saat itu. Saya bahkan menyadari bahwa malam itu saya melihat Iffa yang berbeda. Selama ini Iffa tergolong cewek yang kuat, bahkan kadang saya iri dgn nya, karena dia begitu tegar dan selalu bisa mengendalikan emosinya. Dia pandai mengolah emosinya menjadi senyum. Saya salut dengannya.

Namun, malam itu saya mendapati Iffa yang berbeda. Iffa malam itu adalah iffa yang hampir putus asa, iffa yang dari sorot matanya begitu lemah. Berbeda sekali dengan Iffa yang selama ini saya kenal. Setelah mendengar cerita dan memberinya saran sebagai sahabat, dan menguatkannya, kami pun pulang. Sesampainya di rumah, saya mendapati satu pesan di kotak masuk. Dari Iffa.

“ Yang tadi. SUMPAH ! Beta dikit lega. Sebenarnya beta sudah janji untuk seng ceritakan beta pung isi hati untuk siapapun, tapi beta memang seng kuat tuk pendam. Dan beta butuh ose, unhy. Finally, beta su lega. Sekarang, ose su tau beta pung keadaan kan, Unhy?” (21 april 2010 08:34:55pm)

Well, saya hanya ingin bilang untuk kalian dan untuk Iffa tentunya. Saya menyayangimu, Iffa. Dari awal kita bertemu sampai detik saya menulis tulisan ini, rasa itu tetap ada. Iffa tetap menjadi sahabat terbaik, menjadi soulmate terbaik. Walaupun sekarang Makssar dan Jakarta menjadi tempat pijkan kita, namun jarak tak merubah apapun itu.

Kita mungkin sudah jarang telponan, sms-an, bbm-an, jarang sekali.. tapi, perlu Iffa tahu kalau setiap hari kita bertemu dalam satu kata, doa. Bahkan percaya ataupun tidak, saat masing-masing dari kita jatuh dalam lubang masalah, tanpa berkata piun, entah mengapa kita saling tahu bahwa salahsatu dari kita sedang dalam masalah. Sekarang Iffa udah jarang curhat ke saya, saya bahkan tahu kalau dia ada masalah dari akun twitter miliknya. tapi, saya tetep percaya bahwa Iffa hanya menunggu waktu yg tepat tuk berbagi cerita dengan saya. :)

Banyak hal yang ingin kita wujudkan, bersama. Semoga kelak tercapai. Sering-sering baca novel yaa, sayang. Jangan mau jadi instan kalo efisien itu bisa. :’)

p.s: keep contact selalu yaaa. :***

0 comments:

Post a Comment