Kepada: Masalalu

Thursday, 6 February 2014
Cerita tentang kita masih selalu saja bisa kukenang. Kamu seperti menjadi satu kesatuan dalam hidupku. Jelaslah pada kehidupan sekarang, kita tak bersama lagi, jalan kita telah lama berbeda. Jalan kita sudah lama tak seiring, kita tak lagi beriringan, telah lama kita begini, berada dalam keadaan yang tak bisa disatukan lagi.

Dulu saat bersama, entah apa yang terjadi. Kamu selalu saja bisa menemukan sosok yang lain dari diriku disampingmu, selalu saja ada tangan yang lain yang kau genggam, selalu saja begitu. Aku bahkan terlihat bodoh tiap kali menemukan diriku yang masih saja memilih berada disampingmu setelah begitu banyak pengkhianatan yang kau tunjukkan. Entah apa yang terjadi denganku di waktu itu. Aku hanya tahu bahwa disampingmu nyaman yang kurasa. Dengan caramu, kamu dapat membuat hidupku begitu indah, kala itu. Ingatkah lagu pertama yang kau nyanyikan? Ah, sial. Aku masih selalu saja mengingatnya.

Kamu menjadi satu dalam hidupku. Bagaimana pun itu, aku selalu saja memiliki kata maaf untuk setiap salah yang kau toreh dalam hubungan kita, dulu. Aku tolol atau apa? Aku hanya tahu saat itu, genggamanmulah yang selalu bisa aku temui.

Bagaimana bisa aku tetap menyayangimu setelah semua perih diantara kita? Bagaimana bisa aku masih saja mempercayaimu setelah luka yang kau toreh. Aku hanya tahu, saat itu aku masih sanggup mempertahankanmu. Aku menjadi bom atom yang siap meledak, kala itu aku mendapat kabar kamu mengulangi kesalahan yang sama lagi entah untuk berapa kalinya. Saat itu, aku dibatas kesabaranku. Tak bisa menyayangi seperti ini seterusnya lagi, kupikir ini salah. Maka, kulepaskan genggamanmu sore itu. Kulepas semuanya tentangmu, saat itu. Aku lelah, tak bisakah kamu menemukan lelah di kedua mataku saat itu? Aku sungguh tak sanggup. Kita tak bisa saling beriringan lagi.

Terimakasih karena kamu menjadi masalalu yang begitu memberi banyak pelajaran, setidaknya diantara luka saat itu, tersirat begitu banyak pelajaran yang bisa kuambil di waktu sekarang. Terimakasih karena kamu selalu bisa membuatku nyaman, kala itu. Sekarang jalan kita berbeda, entah tangan siapa yang sedang kau genggam sekarang, syukurlah tangan yang kugenggam sekarang lebih baik. Tangan yang tak pernah membuatku jatuh terporosok.

Semoga kamu bahagia dengan jalanmu sekarang. Aku pun begitu. Terimakasih menjadi cinta yang memberi pelajaran. Semoga hubungan kita dulu memberikan pelajaran kepadamu hari ini, sama halnya dengan hubungan kita yang memberi pelajaran kepadaku saat ini. Aku mengingatmu hari ini, bukan berarti aku masih memiliki rasa, aku hanya mau berterimakasih. Terimakasih, masalalu. :

0 comments:

Post a Comment