Untuk Yang Telah Tiada

Monday, 3 February 2014


Santunnya alam tak sesantun hari-hari kemarin
ketika kabar buruk menghampiri telinga pagi itu.
Aku terdiam kaku d pojok kamar ini
tatapan kosong menjelajahi sudut-sudut kamar ini.

Entahlah...
waktu terasa begitu egois mengambilmu tanpa kata perpisahan.
Walau ini mungkin hanyalah perpisahan raga
namun jiwa dan raga pun rapuh
ketika waktu tak memberi sedikit ruang untuk kita berjabat lagi, Sahabat.

Aku selalu teringat ketika kita
kita yang berbicara tentang kehidupan dengan segala macam cara
Aku begitu ingat semangatmu untuk menyongsong hari esok
dan masih begitu jelas ingatanku semua hal tentang kita saat itu.

Namun ikhlas jua yang harus ada
semua cerita itu berlalu tanpa adanya dirimu,Sahabat.
Ragamu takkan terlihat lagi ketika siang itu dibawah kolong langit bersama terik matahari
kami mengantarkanmu menuju tempat peristirahatan terakhirmu.
Tanpa ada ranjang,tanpa ditemani kita...
engkau tertidur lelap dibawah rindang pohon itu selamanya bersama para malaikat.

Sahabat, jiwamu akan selalu hidup dihati ini.
ragamu telah terlukis dalam ingatan. 
Tenanglah disana, Sahabat
akan selalu ada doa yang menemani tidurmu dialam sana.

0 comments:

Post a Comment