Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts

Surat Cinta Untuk Tiga Perempuan Hebat

Friday, 1 February 2013
Ini bulan februari, bulan kedua ditahun ganjil ini. Aku menulis surat ini untuk kalian, kalian yang berulang tahun di bulan yang penuh cinta ini. Semoga bulan ini menjadi bulan terindah untuk kalian, segala hal yang terbaik terjadi di bulan kalian ini.

Dear ca ebhy @febry_w
Lama rasanya tak mendengar suaramu di telepon atau sekedar menyapamu lewat pesan singkat. Jangan pikir aku sombong atau sengaja melupakanmu, kakakku.. aku hanya sedang disibukkan dengan beberapa rutinitas disini, aku tahu kamu pasti paham dan bisa mengerti soal itu.

Bagaimana kandunganmu, kakakku? Sudah memasuki bulan ke berapa? Baik saja si cabang bayi yang Allah titipkan di rahimmu kan? Semoga keponakanku sehat selalu di rahimmu. Untuk beberapa waktu lalu kau hanya menjadi seorang gadis, salahsatu permata yang Allah titipkan untuk Papa dan Ibu, kau menjadi gadis manis, manja dan membanggakan keluarga. Kau menjadi seorang kakak terbaik yang aku miliki, mendapatimu sebagai kakakku adalah anugrah yang tak bisa kujabarkan syukurnya kepada Dia yang mengirimmu kepadaku. Untuk beberapa waktu kau telah menjadi seorang istri untuk dia yang namanya tertulis di Lauhul Mahfuz, aku turut mengantarmu memasuki gerbang itu kakak dan sekarang dalam beberapa waktu lagi kau akan menjadi seorang Ibu yang kupastikan akan menjadi contoh yang baik untuk anakmu kelak.

Selamat menikmati masa-masa menjadi calon Ibu, ca Ebhyku.. Ngidam, emosi semua seperti sepaket untuk calon Ibu, tapi pasti kau sangat menikmati kan, Beb? Jaga kesehatan selalu yaa, Allah menyertai setiap helaan napasmu, ca Ebhy J

Dear Lala @aniesa66
Tanggal 11 ulangtahunmu kan? Tenang aku tak mungkin lupa sahabatku? Memasuki kepala dua kan? Mau dikasih hadiah apa dariku, sobat? Kalau cinta dan kasih sayang jangan ditanya, mengalir terus untukmu, kalau doa? Apalagi itu, jangan ditanya, selalu ada doa untukmu, doa terbaik.

Tak bisa banyak yang kukatakan disini untukmu, sahabat. Aku tak bisa banyak bercakap tentang persahabatan kepadamu, aku tak pandai untuk itu, tapi kupastikan aku pandai dalam hal memperlihatkan sikap seorang sahabat yang baik dan seharusnya untukmu. Aku tahu, kamu sahabatku yang kuat, apapun masalah itu pasti bisa kau atasi, tapi ttengoklah sedikit ke belakang kawan, jika kau bersedia, lihatlah ke belakang ada tangan-tangan siapa yang menopang langkahmu selalu. Sebagai sahabat yang tetap berusaha menjadi sahabat yang terbaik untukmu, harapanku semoga kamu bisa lebih selektif dalam hidup ini lagi, sahabat.

Dear Iffa @iffaMuzdhalifa
Hai, sahabatku.. ah apa lagi yang harus kubilang untukmu, rasanya semua sudah pernah kubilang padamu. Ini bulanmu, kan? Akhirnya, 20 tahun sudah nanti usiamu, sahabat? Bagaimana selama 19 tahun ini? Semoga selama 19 tahun ini kamu selalu menjadi orang baik, pribadi yang baik sahabatku. Senang rasanya tetap menjadi sahabatmu dalam beberapa tahun ini, semoga 22, 23, 25, 30, 35, 40 .... berapapun umurmu nanti, aku tetap mendapati dirimu sebagai sahabat, begitupun sebaliknya. Sahabat yang saling mendoakan.

Jangan mau instan terus ya, sayang. Tetap kuat seperti Iffa yang saya kenal sejak awal jumpa kita saat itu, sejak pertama kali latihan perdana Pramuka, kepakkan selalu sayapmu, mengangkasalah sahabatku....

*Kepada kakak dan kedua sahabat, ini bulan kalian..  Nikmatilah! J

Dia yang Kukagumi dalam Diam

Wednesday, 30 January 2013

Hai, apa kabar? Pagi ini dingin, hujan semalam mengguyur kota ini lagi. Senang rasanya aku bisa menulis surat cinta hari ini untukmu, walau kutulis sambil sesekali meniup kedua tanganku, berusaha menghangatkan jemariku. Aku tak berharap kamu akan menemukan surat ini dan membacanya, aku tak berharap demikian. Biarlah... asalkan aku telah menulis surat cinta ini untukmu, itu saja sudah cukup bagiku .

Aku adalah perempuan yang mengagumimu sedari dulu. Sejak pertama aku bertemu denganmu, itu awalnya. Setelah pertemuan itu, segalanya terjadi begitu saja. Aku tak bisa menerka rasa ini. Aku tak bisa menghindari dan berpaling dari kenyataan bahwa aku mengagumimu sejak itu sampai sekarang. Sampai saat ini, aku tetap mengagumimu. Walaupun hanya dalam diam, aku sanggup untuk tetap mengagumimu.

Aku selalu menyukai caramu berbicara, aku suka saat mendapati diriku memperhatikanmu saat kamu sedang dengan asyiknya mengeluarkan pendapatmu. Aku suka rambutmu, aku suka caramu berjalan. Sungguh aku mengagumimu, kawan. 

Aku tak berani, tak cukup punya banyak kekuatan untuk menunjukkan rasa kagumku itu padamu. Cukuplah aku dan Allah ku yang tau bagaimana aku mengagumimu. Aku mengagumimu, dibalik kata tepatnya kubersembunyi.

Dari, aku yang lebih memilih memperhatikanmu dibalik kata.

Untukmu, Manise

Tuesday, 29 January 2013

 Dear manise...
Aku merindukanmu, maniseku..
 pulang ke pangkuanmu adalah satu hal yang aku inginkan saat ini.
 Ingin rasanya mendapati kedua kakiku berpijak ditanah suburmu,
 ingin rasanya kudapati kedua mataku memandangi senja dibalik gunungmu, diatas pantaimu.

Aku merindukan mereka yang ada disana, manise..
Ingin rasanya aku bermain mesra dengan pantaimu
Biarkan buih-buih ombak menggulung mesra menggelitik kakiku
Senja disana kurindukan

Aku ingin maniseku seperti dulu
Tapi bukan berarti aku tak menyukai maniseku yang sekarang
Aku menyukaimu bagaimanapun keadaanmu sekarang
Selalu ada doa yang terpanjat dilangit sana
Untuk mereka yang ada disana
Dan untukmu, aman, jayalah kota ambon maniseku..

dari,

Aku, yang lahir dan tumbuh ditanahmu