Showing posts with label Tentang Sahabat. Show all posts
Showing posts with label Tentang Sahabat. Show all posts

Day #6: Sampai Bertemu (Lagi)

Wednesday, 4 February 2015
Dear Jayanti...
Entah kenapa tema di #30HariMenulisSuratCinta kali ini saya rasa bisa mrnulis untukmu, bertepatan pula dengan hari lahirmu Jay. Beruntung sekali kamu Jay. Maka dari itu, seperti tahun kemarin surat hari ini khusus untukmu sahabat.

By the way, masih ingat bagaimana kita pertama kali bertemu? Kita pakai baju hitam-putih duduk cantik di ruangan 209, berusaha mendenagr dengan seksama setiap materi yang dibawakan beberapa hari itu, sesekali saat istirahat kita duduk dan verita ala kadarnya. Ingat kan? Lebih dari itu, ingat bagaimana kita pulang pas selesai acara safari ramadhan? Dalam angkutan umum malam itu kamu menangis Jay, jujur saya bingung harus bagaimana saat itu, kita belum terlalu akrab, dan kamu menangus disaat hanya ada saya disitu. Disitu pertama kalinya saya melihatmu menangis Jay dan sejak hari itu saya yakini bahwa kamu orang Batak KW Jay, tidak sama dengan pemikiranku selama ini tentang orang Batak, kamu beda. Hehehe :D

Singkat cerita, kita akrab sejak malam itu. Menjadi sahabat, saudara di tanah orang. Berbagi banyak hal bersama, saling membantu dalam suka dan duka. Kalau akhir bulan uang jajan kita sudah mengalami krisis parah, maka kita akan kumpul bersama dengan beberapa teman yang lainnya, makan nasi panas, ikan asin dan sambal. Itu saja cukup untuk kita, ah itu indah.. Iya kan Jay?

Tidak terasa 4 tahun bersama di tanah rantau, berbagi suka duka, saling menjaga satu sama yang lain, waktu berlalu begitu cepat, siapa sangka kita sekarang di waktu ini telah terpisah oleh jarak. Saya kembali ke kotaku, entah kapan lagi akan bertemu. Siapa sangka kita sekarang telah sarjana, memulai langkah baru dalam hidup kita masing-masing, tanggungjawab tentu saja bertambah.

Emailmu masih saya simpan Jay, itu surat indah, bila rindu saya akan selalu membacanya dan mulailah satu persatu tentang kita berebut masuk dalam ingatanku Jay. Di hari bahagiamu ini, bahagia selalu Jay, saya harap segala kebaikan selalu mengiringi setiap langkahmu Jay, semakin matang di umur sekarang, hidup penuh berkah Jay. Banyak doa untukmu Jay, doa baik semoga dijabah Tuhan. Amin :)

Kamu benar Jay, ini hanyalah perputaran senja. Masalah waktu saja kan ini? Waktu depan masih menjadi rahasia. Seperti yang kamu bilang siapa tahu nanti di satu waktu kita akan bertemu, Jay sudah langsing dan malah Carol Celico yang mirip sekali sama Jay, punya suami kayak Kaka. Amin :) Siapa yang akan tahu waktu selanjutnya Jay, semoga kita bertemu dalam keadaan yang lebih baik, pastikan itu sukses sahabat! Selamat menjadi baik dalam setiap hidupmu Jay, berbahagia di kotamu, dimanapun kebaikan membawamu Jay. Kita (akan) bertemu lagi Jay, Tuhan sedang merencanakan pertemuan baik kita di satu waktu kelak. Sampai bertemu (lagi), sahabat! :)

I miss you Jay
see you when I see you sahabatku ❤❤

balasan Surat dari Sahabat, Lala :)

Tuesday, 28 May 2013
Tepat di tanggal 11 Februari, sahabat saya, Lala, berulangtahun yang ke-20. Iya, dia lebih muda setahun dari saya. nah, di ulangtahunnya februari lalu, saya sengaja menyiapkan satu tulisan yang amat panjang untuknya, sayangnya tulisan itu saya kirim via email, sengaja tidak saya publish di blog pribadi saya ini, karena saya hanya ingin dia yang membaca, hanya dia.. :)

nah, dan tiba-tiba dia menghubungi saya beberapa jam kemudian untuk memberi tahu kepada saya kalau balasan surat saya itu, telah dia balas disini 
dan ini lah balasannya :)
...............................................................

well..
dapat surat lagi nih dari @unhysakinah :)
kali ini via e-mail..
ketika membaca suratnya, ochit muterin lagunya homogenic - walk in silence...

dan surat itu akan dibalas disini :


Dear, Unhy..

terima kasih karena akhir2 ini rajin menulis suratku..
surat kali ini panjang ya?? :D
perlu kau tau.. aku tak menangis membaca suratmu..
kau tau knp?
karena aku sangat menikmati rasa rindu ini..
rindu kalian berdua..

hah..
dunia disini sama  kerasnya dengan kalian berdua disana..
ketika harus menghadapi semua sndri disini..
tp sudahlah..
aku berjanji akan kuat..

kau mmg sahabat yg baik, unhy..
kau pandai menempatkan dirimu..
aku ingin sedikit sepertimu..
setidaknya slalu ada kata maaf..

maafkan aku, karena pernah menjebakmu dalam situasi seperti itu..
aku tak mendapat makian,
tp percayalah..
aku merasa sama perihnya skrg..
dan ternyata mantra dulu dulu itu efeknya besar skali sampai skrg.. :'D
dan mungkin karmanya bener2 terasa skrg..

aku sudah menemukan solusinya..
jalan tengah lbh tepatnya..
demi apapun..
aku tak akan menggabaikan apa yg skrg ada disini..
ingatkan aku, jika aku mulai tinggi hati..

aku akan memperbaiki apa yg pernah ku rusak disini..
sebisaku.. akan ku lakukan..
jika aku tak berguna untuk mereka,
setidaknya aku tau,, kalau aku berguna untuk kalian..

unhy..
Matahari pagi ini berasa lebih panas..
apakah kau tau artinya?
aku merasa harus ttp menenggadahkan wajahku ke langit.
menentang matahari itu..
apakah kau tau mksdnya??
aku merasa kopiku sedikit lbh pahit dr biasanya..
dan aku merasa kalian berdua semakin mendekat..

Terima Kasih Karena Tak pernah lari... :')

with love,

Lals

Surat dari Lala :')

Tanggal 22 Februari lalu, saya mendapat sebuah tulisan dari salahsatu sahabat terbaik sepanjang masa. Tulisan ini diposting di blog pribadinya sendiri, disini ... Tulisan ini ditujukan untuk saya dan salahsatu sahabat baik saya yang berada di jakarta sekarang. Terimakasih untuk sahabat saya, Lala, yang telah meluangkan waktunya untuk tulisan ini.

..........................................

a Letter For.. Green Girl and Elegant Purple..


Dear You..
How lucky I have both of you.. :’)
Even I feel so lonely, I feel both of you so close to me..
And I miss u guys..
And I really enjoy that..
Still believe, that always both of you,, standing there and always smile look at me..
Rise me up..
Say the spell one more time..
And we will know, that we are one and always one..
Don’t forget the spell..
Always turn back  if you feel worse..
And look at us.. we always still holding hands together..
And never take it off where ever we are, how far we are, and how old we are..
Sitting here, imaging we laugh and smile together..
Do something crazy together, trying something stupid until we know, how happy we are..
Distance mean nothing if heart has everything..
Trouble mean nothing if I realize that I still have both of you..
With love,
Lals

Nostalgia Sahabat. #Karena Rindu Itu Ada-1

Tuesday, 30 October 2012

Hai.. Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Aamiin

Well, malam ini saya mau bernostalgia *asik :D
tapi bukan tentang saya dengan seseorang yg berlainan jenis dengan saya, bukan.
Malam ini, saya mau bernostalgia, bercerita tentang  sahabat terhebat yang pernah saya miliki dalam hidup yang serba penuh kebahagiaan daan kesengsaraan ini.

Saya percaya Allah itu Maha Baik. Terlihat Dia mengirimi saya dengan perempuan hebat dan terbaik dalam hidup saya.

Muzdhalifa Rukmayana aminuddin. Iffa, Gode biasa dia disapa. Sahabat saya ini sudah berulang kali saya menulis tentangnya di blog ini. Iffa, cewek super menyebalkan yang pernah saya temui dan cewek yang super unik, beda yang pernah saya ketahui keberadaannya. :D

Ini dia sahabat terbaik saya, Iffa.
Saya bertemu dengannya di awal latihan perdana Pramuka semasa SMA dulu. Saat itu, kami dipertemukan dalam satu sangga (regu). Setelah hari minggu itu, hari-hari selanjutnya adalah hari dimana saya mengenal dia secara bertahap. Kali ini saya mau jujur, kadang saya membenci sikapnya yang emnyebalkan, tapi itu kadang menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Saya sering merasa jengkel bila bercerita tentang puisi, lagu atau novel dengannya. Kenapa? Karena dipastikan ga bakalan nyambung..bung..bung.. ga tau itu anak pake pentium berapa --“

Lemotnya dijamin bikin jengkel, bikin emosi. Bahkan kadang terpikir oleh saya, kesialan apa sampai-sampai saya harus dipertemukan dengan ini anak. Tapi harus saya akui, saya teramat terbekati karena Allah mengirimi dia sebagai sahabat terbaik yg pernah saya miliki dalam hidup ini.

Dari sekian banyak cerita dan kejadian yang pernah saya lalui dalam hidup dan baiknya lagi Allah memberikan saya kesempatan melalui itu semua dengan Iffa. Salahsatunya adalah saat kita duduk di kelas 3 SMA. Saat itu dia sedang dalam hubungan special dengan seorag cowok berinisial A, ada masalah pada hubungan mereka, kala itu soal restu. Iffa bahkan dalam beberapa waktu yg cukup lama tak bisa menemui saya bahkan tak bisa duduk lebih lama dengan saya tuk sekedar menjadikan saya tempat curhatnya seperti biasa, saya bahkan susah menebak keadaannya. Namun, suatu malam kala itu saya iseng ng-NET , tiba-tiba sms masuk ke HP nokia jadul milik saya, sms dari Iffa, yg intinya ia ingin bertemu dengan saya malam itu juga, alhasil setelah menunggu beberapa menit Iffa muncul di warnet, muncul tepat didepan sayaa. Jadilah kami berdua duduk berhadapan di lantai 1 dari bangunan yang saat itu lantai 1 nya adalah merupakan tempat makan, dan lantai 2 nya adalah warnet. Saya mendengar dgn seksama semua risau dan gelisah yang dia rasakan. Saya dengar semua yang dia rasakan saat itu. Saya bahkan menyadari bahwa malam itu saya melihat Iffa yang berbeda. Selama ini Iffa tergolong cewek yang kuat, bahkan kadang saya iri dgn nya, karena dia begitu tegar dan selalu bisa mengendalikan emosinya. Dia pandai mengolah emosinya menjadi senyum. Saya salut dengannya.

Namun, malam itu saya mendapati Iffa yang berbeda. Iffa malam itu adalah iffa yang hampir putus asa, iffa yang dari sorot matanya begitu lemah. Berbeda sekali dengan Iffa yang selama ini saya kenal. Setelah mendengar cerita dan memberinya saran sebagai sahabat, dan menguatkannya, kami pun pulang. Sesampainya di rumah, saya mendapati satu pesan di kotak masuk. Dari Iffa.

“ Yang tadi. SUMPAH ! Beta dikit lega. Sebenarnya beta sudah janji untuk seng ceritakan beta pung isi hati untuk siapapun, tapi beta memang seng kuat tuk pendam. Dan beta butuh ose, unhy. Finally, beta su lega. Sekarang, ose su tau beta pung keadaan kan, Unhy?” (21 april 2010 08:34:55pm)

Well, saya hanya ingin bilang untuk kalian dan untuk Iffa tentunya. Saya menyayangimu, Iffa. Dari awal kita bertemu sampai detik saya menulis tulisan ini, rasa itu tetap ada. Iffa tetap menjadi sahabat terbaik, menjadi soulmate terbaik. Walaupun sekarang Makssar dan Jakarta menjadi tempat pijkan kita, namun jarak tak merubah apapun itu.

Kita mungkin sudah jarang telponan, sms-an, bbm-an, jarang sekali.. tapi, perlu Iffa tahu kalau setiap hari kita bertemu dalam satu kata, doa. Bahkan percaya ataupun tidak, saat masing-masing dari kita jatuh dalam lubang masalah, tanpa berkata piun, entah mengapa kita saling tahu bahwa salahsatu dari kita sedang dalam masalah. Sekarang Iffa udah jarang curhat ke saya, saya bahkan tahu kalau dia ada masalah dari akun twitter miliknya. tapi, saya tetep percaya bahwa Iffa hanya menunggu waktu yg tepat tuk berbagi cerita dengan saya. :)

Banyak hal yang ingin kita wujudkan, bersama. Semoga kelak tercapai. Sering-sering baca novel yaa, sayang. Jangan mau jadi instan kalo efisien itu bisa. :’)

p.s: keep contact selalu yaaa. :***

Hadiah untuk Sahabat

Wednesday, 26 September 2012
Novel Pertama yang menjadi hadiah untuk sahabat :*


Novel 'Senja Kaca' karya Almino Situmorang ini 
merupakan novel pertama yang menjadi hadiah untuk seseorang yang special.
Novel ini, dibeli sama saya dan salah seorang sahabat, Iffa.
Dibeli tanpa sengaja, dibeli untuk hadiah kepada sahabat kami tercinta, Lala :)

Dari ribuan novel ataupun teenlit yang dijual di Gramedia,
kenapa novel 'Senja Kaca' ini yang menjadi pilihan saya dan Iffa?
menjadi novel yang kami pilih untuk Lala?
Padahal saya ataupun Iffa belum pernah membaca ataupun mengetahui
tentang novel ini sebelumnya.
Jawabannya cukup singkat, karena ada kata 'SENJA'
Iya, karena senja.
Kenapa?
Karena sahabat kami, Lala, amat menyukai senja.
Sahabat saya yang satu ini, yang sangat mencintai Indonesia
dia sangat amat mencintai senja juga.
Maka itu, novel ini yang kami beli.

Kadang memberikan hadiah kepada sahabat,
tak perlu menunggu datangnya hari special untuknya, kan?
Maka itu, saya dan Iffa memberikan novel ini
sebagai hadiah untuk Lala. :)
 

Lirik: Frau - Salahku, Sahabatku

Saturday, 24 March 2012


Manjaga hati sahabatku,
mencuri waktu untuk bertemu
Rasakan perih sahabatku,
membuang waktu untuk cemburu

Terbesit barang sedetik kita jauh
hilanglah kita jatuh
Terbesit barang sedetik kita jatuh
Kau tersungkur, tersungkur, dan jatuh
Lalu ku tersungkur, tersungkur, dan jatuh, dan jauh

Habiskan hati sahabatku,
mencari ragu untuk dibunuh
Menangkap nyali sahabatku,
mengisi jantung seakan candu

Petik sakit, percayai, sangka baik, takkan sulit
Beri, t'rima, senyum, hina, sakit, rasa, tawa sahabat

Apresiasi dari Sahabat.

Wednesday, 14 March 2012
Beberapa minggu yang lalu, aku pernah nulis sesuatu yang aku persembahkan khusus buat sahabat-sahabat tercinta, tulisannya berjudul WE ARE LIKE A MOON (udah baca belum? Kalo belum, klik aja yaa)..
Aku nulis postingan itu, dari hati loh.. Dari hati yang paallliiinnnggg dalam buat sahabat-sahabat tercinta, untuk mereka yang paling berarti dalam hidupku. Setelah ng-post di blog dan share linknya ke facebook. Salahsatu sahabatku membacanya, dan mengirimkan pesan singkat via SMS ke aku, katanya itu sebagai apresiasi dari tulisan aku tentang mereka, sahabat-sahabatku.. Begini isi SMS dari sahabatku itu, si Lala :)
Sering kali kalo melihat bulan penuh, kita akan lihat garis lingkaran besar yang mengelilingi bulan itu. Garis territorial yang tak bisa ditempati bintang. Kita sering menyebutnya ‘lingkaran halo’.. Tahukah kamu lingkaran itu berfungsi sebagai apa kalau kita adalah bulan? Itu berfungsi sebagai doa.
Doa yang kita lantunkan bersama untuk kita yang lain. Meminta Sang Pencipta untuk tetap menjagaagar bulan tak berhenti bersinar menerangi malam dan menemani bintang-bintang menari. Menundukkan kepala dibawah alangita yang sama kita sembah.. Mengunyah doa yang sama di tanah yang sama kita tempati.. Untuk mereka yang selalu dihati. :)

Tiga Tahunmu, Sobat.

Thursday, 8 March 2012

Oleh: Si Elegan Senja
Hari ini di tiga tahun lalu aku kehilangan. Iya, kehilangan. Aku kehilangan seorang sahabat, teman, saudara dan kakak terbaik. Hari ini di tiga tahun lalu, tuk terakhir kalinya aku melihatnya tersenyum, walau dalam keadaan berbeda. Senyum panjang dalam tidur damainya. Tuk terakhir kalinya aku mengecup lembut kening dinginnya.
Masih teringat jelas, malam-malam terakhir yang kami lewati. Hari-hari indah di sekolah yang kami lewati. Sungguh, senja ini aku merindukannya. Kukumpulkan segala doaku untuknya, menutup mata sambil mengingat rupanya, kupanjatkan segala doa untuknya. Menyatukan  kepingan-kepingan doa untuknya. Sore ini tepat tiga tahunmu dan masih selalu ada doa untukmu.Untukmu sahabatku, Alm. Hizbul Maulana.

WE ARE LIKE A MOON

Wednesday, 29 February 2012


Kamu tahu benda langit yang kita sama-sama menyebutnya bulan? Si benda langit yang selalu menghiasi langit malam kita, yang selalu kita pandangi bersama sambil dengerin beberapa lagu berlirik sahabat. Ingat kan, sobat?
Kadang kita sering temui bulan sabit, bulan purnama, bulan separuh, bahkan bulan penuh. Tanpa berpikir apapun. Saat itu yanaga kita tahu, kita terikat dalam satu kata ‘PERSAHABATAN’. Kata ini mengikat kita. Menyatukan kita. Kita berada dalama satu rasa istimewa itu. Satu rasa yang Sang Maha pencipta tanamkan di hati kita. Tanpa berpikir bagaimana kita bertemu, kapan kita mulai saling menyapa, kapan kita saling menanyai kabar, kapankita mulai duduk habisi malam malama bersama, dan beberapa hal penting lainnya, kita acuhkan semua itu, yang kita tahu sekarang kita bersama, saling menggenggam. Kita berada di bawah atap yang sama, bukan untuk berteduh, tapi tinggal disitu. Ya, hati kita adalah rumah. Jangan hanya sekedar berteduh, bila hujan reda, kau akan pergi, tapi tinggalah, sobat..
Sadar tidak, We Are Like A Moon.. Yeah, perhatikan dengan seksama deh.. Bulan itu berbentuk lingkaran, mau malam itu bulannya sabit, separuh atau penuh, dia tetap terlihat indah. Sangat indah. Kita seperti itu. Kita saling menggenggam, berada dalam satu lingkaran, entah saat itu kita semua sedang bersama-sama, atau hanya ada beberapa orang diantara kita yang sedang kumpul, tapi kita tetap indah. Tetap berada dalam satu lingkaran.

MENGANGKASALAH...

Thursday, 23 February 2012

 
Di ujung jalan ini ada yang menanti
Tak dapat dilihat, tapi dirasakan
Di penghujung nanti ada yang tak sabar
Ada yang siap untuk dijemput

Di penghujung
Bahagia akan kita raih
Sebuah sukses tergenggam sudah
Sebuah keharusan tlah terjalani

Saat ini ada yang memisahkan kita
Melangkah menyusuri setiap jalan masing-masing
Harapan dan impian membawa kita
Menjejaki dunia baru bersama orang baru

Saat ini ada rindu yang membuncah
Ada doa yang selalu teriring
Ada cinta disetiap sapaan
Ada kasih yang menyerbu

Jejakilah jalan ini
Nikmati setiap kotak peristiwa yg terjadi
Berpeganglah di bahu yang disampingmu
Aku akan menggenggammu dari jauh
Saat ini, hanya saat ini

Kita sedang mengangkasa
Sekarang waktunya mengangkasa
Ada sebongkah cita-cita yang kita lemparkan
Langit tak berujung
kepakkan sayapmu, sobat  
terkam semua mimpimu, mimpiku, mimpi kita
mengangkasalah

Kita akan bertemu nanti di tempat ini
Tempat yang menyatukan kita
Mengangkasalah, karena setelah ini
Ada cerita sukses di balik ini semua