Showing posts with label Rindu Merindu. Show all posts
Showing posts with label Rindu Merindu. Show all posts

Anakmu Rindu, Pa

Tuesday, 30 July 2019
Seperih inikah luka yang ditinggalkan sebab kehilangan?
Semerana inikah sebab kehilangan?
Segila inikah kehilangan berulah?
Sesakit inikah merindukan seseorang?

Papa..
anakmu rindu pa
hanya 27 tahun waktu yang Tuhan beri untuk ia bisa bersamamu pa.
Anakmu ini egois pa
inginnya bertahun-tahun, 37, 47, 57 tahun pa
anakmu ini serakah

Papa..
anakmu rindu pa
Al-fatihah sudah ia lafalkan berkali-kali tiap kali merindukanmu
tapi tetap saja rindu pa

Papaku sayang
duhai papaku sayang
anakmu sungguh rindu pa
Ia masih ingin melihat senyummu
mengecup dahimu, pipimu
mengelus hidung mancungmu
melihatmu makan, tidur, tertawa

Papaku tercinta
anakmu rindu pa
harus bagaimana ia menghadapi kehilangan terberat ini?
harus bagaimana ia menghadapi hari2nya tanpamu pa?
kepada siapa dia harus bersandar ketika sandarannya telah tiada pa?

Papaku tercinta
anakmu rindu pa
ia menangis berkali2 utk luka perih di hatinya
ia tertatih membangun benteng pertahanannya pa
ia merasa belum mencintaimu dgn cara terbaiknya pa

Papaku yg kurindukan
anakmu rindu pa
anakmu rindu pa
anakmu rindu pa
Maka hanya Al-fatihah jembatan antara kita berdua kini
tapi pa, anakmu ini rindu pa.
ia tak sanggup menahan sakitnya merindu pa
anakmu rindu pa.

Luhu, 30 Juli 2019
11:12 pm

Mengeja R-I-N-D-U

Monday, 10 February 2014

Aku mengeja rindu
diselimuti langit pekat
Bulan satu satu di langit
Suara khas malam menjadi pengiring

Aku mengeja rindu
Namamu kusebut
kulayangkan doa untukmu
kusisipkan cinta diantara doa

Kau dengar?
Aku sedang mengeja rindu
dengan satu persatu huruf yg membentuk kata
jelas itu, namamu

Dengarkah kau
rindu yang sedang kueja
Dia mengetuk pintu kamarmu kah?
kau mendengar bisiknya?

Ku eja kau dengan R-I-N-D-U
kunamai kau R-I-N-D-U
namamu menjadi satu disetiap doa
Aku mengeja rindu dengan N-A-M-A-M-U
kau rindu yang tak mampu kuhentikan
Kau, R-I-N-D-U


Lagu Malam [3]

Sunday, 4 March 2012

Tak ada secangkir susu coklat panas malam ini
Tak ada teman malam ini
Kita tak bersua malam ini
Tak ada cemilan apapun malam ini
Tak ada pesan apapun malam ini
Malam ini hanya sepi
Tak ada bintang malam ini
Tak ada derai tawa yang terdengar
Malam ini hanya memutar ingatan lalu
Malam ini hanya rindu
Rindu yang kulumat habis dalam doa malam ini
 rindu yang coba kupeluk diantara molekul-molekul isya
Rindu yang membuatku menggigil
mendekap rindu dengan kedua tangan yang kedinginan
Malam yang begini-begini saja, malam yang itu-itu saja..

Rinduku Adalah Hujan

Friday, 17 February 2012

Aku terdiam. Diam menatap langit malam ini. Bintang masih setia mendampingi bulan malam ini. Tak ada tanda-tanda akan turunnya hujan. Kutarik nafas dalam-dalam, pejamkan mata dan mengutarakan harapku. Aku ingin malam ini, hujan turun. Biar ku titipkan rinduku pada setiap butirnya, biarkan butir-butir air hujan itu membasahimu. Agar kau basah kuyup oleh rinduku. Aku ingin hujan turun malam ini, agar kau tahu bagaimana irama rinduku untukmu, persis seperti irama hujan. Aku ingin hujan malam ini, agar kau tahu bagaimana siklus rinduku tukmu, persis seperti siklus hujan. Aku ingin hujan malam ini, agar kamu merasa dingin. Kamu menggigil kedinginan..dan aku akan datang menyelimutimu, menghangatkanmu dengan harapku.