Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Diantara Jeda, Rindu Membuncah

Saturday, 31 August 2019



Sepanjang hidup, cintamu adalah penyembuh bahkan sebelum datang sakitku, senyummu adalah ketenangan bahkan sebelum datang risauku, pelukmu adalah pelindung bahkan sebelum datang bahaya, genggamanmu adalah penopang sebelum jatuhku.
......

Papa..
Keningmu, matamu, dan hidungmu yang kukecup dingin itu mematahkan hatiku berulang-ulang kali pa. Menggenggam tanganmu sembari melantunkan ayat-ayat suci, menyayat hatiku tiada henti. Melihatmu terbujur kaku pa, aku kalang kabut didera berbagai perasaan kacau balau, seketika semua kenangan satu persatu berlarian di kepalaku, betapa manis sayangmu, betapa tulus cintamu, betapa pedulinya dirimu, betapa khawatirnya dirimu bila anakmu ini jatuh sakit dan betapa besar penjagaanmu pa. Sejak hari pertama aku di dunia ini dan hari terakhir kau didunia ini, tak ada satupun luka yg kau torehkan di hati ini pa. Bahkan putri bungsumu ini tidak memiliki ingatan apapun perihal seperti apa ekspresi marahmu pa.

Papa, putrimu ini tidak siap pa. Putri bungsumu ini tidak memiliki persiapan apapun menghadapi keruntuhan dunianya siang itu, kepergianmu memadamkan semua cahaya dalam hidupku.

Papa..
Namun putrimu ini tahu dia harus ikhlas sejak hari itu. Tapi aku perlu waktu untuk menyesuaikan diri akan kenyataan bahwa tanganmu tak bisa lagi kugenggam, matamu tak bisa lagi kutatap lekat-lekat, keningmu, pipimu, hidungmu yang mancung tak bisa lagi kucium, rambut hitam nan halusmu tak bisa lagi kuacak, kakimu tak bisa lagi kupijat, dan kedua tanganmu tak bisa lagi kucium untuk meminta ridhomu pa.

Papa, siapa lagi yang akan menemaniku makan coto makassar favorit kita? Siapa lagi yang akan membaca shalawat nabi ketika aku sakit? Siapa lagi yang akan selalu menelponku untuk bangun subuh? Siapa lagi yang akan memastikan jendela kamarku terkunci rapat sebelum maghrib? Siapa lagi yang akan mengomeliku jika handuk yang kupakai setelah mandi hanya kuletakkan begitu saja diatas tempat tidur? Siapa lagi yang akan mengomeliku untuk semua kenakalanku? Siapa lagi yang akan meminta aku menceritakan cerita yang sama berulang kali dan selalu tersenyum mendengar semuanya itu? Siapa lagi yg akan selalu membacakan doa sambil memegang pundakku tiap kali aku akan keluar rumah? Siapa lagi yang akan selalu bilang "Papa bangga deng ade"? Siapa lagi pa?

Papa, anakmu ini tahu Allah Maha Pembuat Sebaik-baiknya Ketetapan, tapi Pa ketetapan ini sungguh sulit. Kehilanganmu ini sungguh membuangku di jurang paling dalam kehidupan. Sepanjang hidup anakmu ini akan disiksa oleh rasa rindu dan penyesalan yang menggerogotinya.

Memandikanmu tiap pagi, menyuapimu tiap makan, menemanimu sampai kau tertidur pulas, menggosokkan minyak kayu putih agar badanmu tetap hangat, bercanda denganmu,
bercerita denganmu walau respon yg kau beri hanya senyum, menemanimu berjuang melawan sakitmu, semoga semua itu papa adalah baktiku padamu bahkan kuyakin itu tak seberapa untuk bisa membalas kasihmu padaku selama ini. Sigapmu ketika aku harus ke toilet dengan menggunakan tongkat pasca kecelakaan, genggamanmu ketika aku menjerit kesakitan ketika kaki kiriku tak bisa digerakkan, sigapmu di kala sinusitis dan maagku kambuh, sigapmu membantuku mengatasi trauma berkepanjangan saat duduk di bangku SMA dulu, pesan singkat yang kau kirim selalu menyemangatiku "ade, juara 1 kah? Papa bangga nak", yang sigap ke sekolah ketika tahu anaknya pingsan karena tak kuat menahan dingin, yang kuat menahan kantuk menemani anaknya belajar atau sekedar menemaniku begadang menonton film kesukaanku.

Kini di kepalaku penuh dengan pertanyaan apakah aku sudah cukup banyak meluangkan waktu duduk bercerita denganmu? Seberapa sering aku menyuapimu? Seberapa sering aku menemanimu tidur, memerhatikan lekat2 setiap sudut wajahmu? Kemudian kenangan apa yang papa ingat tentang putrimu ini di saat-saat terakhirmu? Seberapa sering aku membuatmu marah dan kecewa tapi papa selalu tidak mengasariku dengan kata-kata dan perbuatan, bahkan aku tetap bisa menemukan senyummu disana.
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu membuatku kacau pa.

Papa, putrimu ini rindu pa. Kelak siapa yang akan mengantarkanku menuju babak baru kehidupan saat hari dimana seorang pria baik mengguncangkan arsy-Nya dengan menyebut namaku pa? Siapa yang akan memberiku restu untuk hidup baru yang akan ku tapaki. Siapa yang akan memberikan tanggungjawab ke pundak pria pilihanku pa? Papa, putrimu ini rindu pa.

Aku mencintaimu papaku sayang, papaku yang penyabar, lelaki yang memiliki cinta paling tulus, lelaki yang mengusahakan segala yg terbaik untuk putri bungsunya sejak hari pertama putrinya di dunia sampai hari terakhir ia di dunia.

Bersama tulisan ini, aku sepenuhnya ikhlas untuk ketetapan-Nya, biarkan aku digerogoti rasa rindu yang membuncah tiap hari untuk lelaki terbaikku. Sementara jeda, biarkan doaku yang menenangkan rindu ini. Semoga kelak kita bertemu di Jannah-Nya, papa. Doaku selalu menggapaimu disana Pa.
Ade sayang papa, ade rindu papa, ade sayang papa, paling sayang papa.

Yang merindumu,
Putri bungsumu.


Ambon, 30 Agustus 2019

BERJUMPA

Sunday, 25 August 2019
Rintik hujan sore hari
sepasang mata saling tatap
buru-buru lalu pergi
meninggalkan sebuah tanya

Sebuah pertanyaan mengambang
tak tahu arah, lalu lalang di pikiran
tak kuasa menahan
ia butuh jawaban
sayangnya keberaniannya nihil

Kemudian ditemani suara rintik hujan awal agustus
aroma asin air laut
lantunan musik merdu
Dua pasang mata itu saling jumpa
memberi jawab atas tanya

Dua pasang mata itu saling tatap
Lekat-lekat tak mau lepas
Malu-malu tapi tak mau berpaling
kemudian bertukar cerita
tawa menyeruak diantara cerita mereka

Aku melihat kalian
Jelaslah disana ada bahagia
Telah saling berjumpa dua orang yg aku atur pertemuannya
Ini waktu yang tepat, ujarku.

Saling berjumpalah kalian
dimiantara bahagia hari ini kelak kan ada sedih
tapi semoga kelak jemari kalian tetap bergenggaman
Cerita-cerita tetap saling kalian tukar
dengan begitu aku; semesta kan senang
Usahaku mempertemukan kalian bukanlah sebuah usaha yang sia-sia.

Ambon, 23/8/2019

Anakmu Rindu, Pa

Tuesday, 30 July 2019
Seperih inikah luka yang ditinggalkan sebab kehilangan?
Semerana inikah sebab kehilangan?
Segila inikah kehilangan berulah?
Sesakit inikah merindukan seseorang?

Papa..
anakmu rindu pa
hanya 27 tahun waktu yang Tuhan beri untuk ia bisa bersamamu pa.
Anakmu ini egois pa
inginnya bertahun-tahun, 37, 47, 57 tahun pa
anakmu ini serakah

Papa..
anakmu rindu pa
Al-fatihah sudah ia lafalkan berkali-kali tiap kali merindukanmu
tapi tetap saja rindu pa

Papaku sayang
duhai papaku sayang
anakmu sungguh rindu pa
Ia masih ingin melihat senyummu
mengecup dahimu, pipimu
mengelus hidung mancungmu
melihatmu makan, tidur, tertawa

Papaku tercinta
anakmu rindu pa
harus bagaimana ia menghadapi kehilangan terberat ini?
harus bagaimana ia menghadapi hari2nya tanpamu pa?
kepada siapa dia harus bersandar ketika sandarannya telah tiada pa?

Papaku tercinta
anakmu rindu pa
ia menangis berkali2 utk luka perih di hatinya
ia tertatih membangun benteng pertahanannya pa
ia merasa belum mencintaimu dgn cara terbaiknya pa

Papaku yg kurindukan
anakmu rindu pa
anakmu rindu pa
anakmu rindu pa
Maka hanya Al-fatihah jembatan antara kita berdua kini
tapi pa, anakmu ini rindu pa.
ia tak sanggup menahan sakitnya merindu pa
anakmu rindu pa.

Luhu, 30 Juli 2019
11:12 pm

To: My Dearest Aga

Sunday, 4 March 2018
Dear Aga,
cara Allah menjawab setiap doa siapa yang tahu? Jika bukan hari ini, besok. Jika bukan besok, lusa. Jika bukan lusa, minggu depan atau bulan depan atau tahun depan. Waktu baik menurut Allah, siapa yang bisa terka?

Sedihmu, lukamu hari ini tentu akan dibalas dengan bahagia di kemudian hari. Begitu caraNya menyayangi, kita bisa apa selain tetap berikhtiar.

Satu waktu baik tiba bagimu, lelaki paling baik yang Allah simpankan untukmu sedang menujumu dengan kepastian. Senyummu akan menjadi penghias langit cerah. Sepasang tangan akan mulai bergenggaman, dua hati akan mulai menyatu sampai kelak, kelak diguncangkannya Arsy', kelak malaikat-malaikat di langit turun menyaksikan sepasang hati mengikat janji suci. Maka sampai waktu itu, berbahagialah.

Selamat menerima hati yang baik, genggaman yg kelak akan menguatkan, akan menopang hidupmu selamanya. Selamat menuju waktu baikmu. Banyak cinta dan doa tulus dari adikmu ini untuk kebahagiaanmu. Kebahagiaanmu hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, selamanya, adikmu ini selalu mendoakannya. Maka, tak perlu khawatir, kau takkan kekurangan sedikitpun doa. Kau mengantongi banyak doa dariku, Aga.

Selamat kakakku, my one and only Aga, the best sister I've ever had. You know I love you even I ignore to tell you about that.
I can't imagine if you were not my sister, my world would not be perfect like this. You're more than the word "sister" for me. Am very very happy and blessed that I have you. From this time, happily ever for a long time 😚

With love and hugs,
your forever lil sister, Unhay 💜💜💜

Mencoba Menahan Diri

Monday, 22 May 2017
Hati ini sayang mengatakan kau satu-satunya yang bertahta di istanaku
Kau adalah aroma tubuh yang ingin kuhirup kala membuka mata
Kubayangkan aroma tubuhmu dan sinar matahari pagi beradu mesra menyambut pagiku
Sayang, kau bertahta

Pada hatimu, kulabuhkan segala rasa
Telah kuletakkan kau di sudut hati paling dalam yang tak mampu dijamah oleh siapapun
Kau segala yang kumau

Namun...
Apalah kita ini yang hanya manusia biasa?
Berencana adalah konsep kita tentang menjalani hidup
Sedang jawabNya adalah kepastian yg mutlak diterima oleh kita

Satu satu aku merindu
Semua tentangmu, menenangkanku
Namun tanpa ragamu sayang, kenanganmu saja yang menemani
Aku belajar menahan diri

Sayang, kita ini...
Kita adalah bait-bait puisi yang terpaksa menuju baris akhir
Tapi kan tetap ku tulis tentangmu
Karena hanya di kata-kataku, kau abadi.

UPG, 22 Mei, 9.44 PM

Surat Untuk Juni

Friday, 10 June 2016
Dan ini khusus saya tuliskan untuk saya dan juni ini
****
24 tahun yang lalu
Ibuku menang banyak
Beliau memenangkan pertarungan hidup dan mati
Tugas mulia dimulai

24 tahun yg lalu
Ibuku menggendong seorang putri ditangannya
Putri kelimanya
Mengganjilkan jumlah, menggenapkan bahagia.

Senja ini aku tumbuh menjadi wanita
Mengagumi senja dan sajak-sajak
Tidak menyukai hujan
Tapi tetap menikmati bau tanah basah selepas hujan

Tidak menyukai hujan
Tetapi senang menunggu pelangi tiba

Aku,
Yang dengan angkuh terkadang
Egois membelenggu diri
Menjadi senjata makan tuan bagiku

Namun untuk langit Juni hari ini
Kualamatkan harap padaku
Kuamplopkan doa padaku
Amplop berwarna ungu dengan tulisan emas senja di bagian depannya
Amplopnya berwarna jingga keemasan

Agar semesta membantuku melangkah
Membentuk senja indah di langit mereka
Segala doa terapal Juni ini
Tertuju untukku sendiri
Aku mandi doa, menyenangkan
Aku mandi harap, meneduhkan.

Senja juni membuat amplop berisi harap ini indah
Seluruh senja juni ini kumasukkan dalam amplop
Aku menyimpannya sampai besok
Ah tidak, amplop ini untuk selamanya

Surat untuk yg menjalani hidup
Amplop ungu bercahaya jingga keemasan
Teralamatkan
Di rumahku
Untukku

Gadis Juni

Ini puisi terbaru dari sahabat saya, Aniesa, puisi ini sebagai hadiah ulangtahun saya di Juni tahun ini. Sahabat saya ini mengirimnya via chat Line tadi pagi. Terimakasih Aniesa, Tuhan dan semesta memberkati setiap kata-katamu :))

*****

Tepat hari ini
juni melahirkan seorang anak gadis
terbuat dari sepotong senja dan beberapa percikan warna pelangi
ditambahkan tanah liat, sebongkah daging, dan ruh.
juni menyukai hujan
namun mungkin tidak untuk gadis ini

dalang menyebutnya gadis juni
mungkin ia, gadis juni, kadang jingganya menjadi kelabu saat hujan

suatu ketika ia bercerita
ia benci hujan
karena hujan selalu membasahi puisi-puisinya

juni menyukai hujan
mencintai setiap genangan air yg sering sekali bermain dengan bias lampu jalan

sedangkan ia,
menyukai puisi,
juga aroma kekasihnya.

lantas mengapa ia dinamakan gadis juni oleh sang dalang?

oh.
karena ia dan juni adalah kontras
saling membelakangi
saling membutuhkan.

saling memerhatikan dalam diam
karena sungguh juni sangat menyayanginya.
saat adzan dinyanyikan di telinganya.
juni tahu, ia akan tumbuh menjadi gadis yang setia pada cinta dan persahabatan.

terima kasih masih memilih setia
setelah badai besar yang tak henti2nya menghantam dinding hati.
dan goresan-goresan dalam yang entah sudah berapa banyak.
semoga semesta mengamini semua doa dalam bulan mulia ini. untukmu.
selamat hari lahir kembali :)
selamat menjadi tua.
selamat menjadi dewasa lagi.
selamat menjalani siklus hidupmu yg diperbaharui setiap tahunmu.
selamat ulang tahun gadis senja.
selamat ulang tahun, sahabat. :)

Senja Bulat Penuh Untuk 10 Junimu

Nah kalau ini postingan lama hadiah ulangtahun dari sahabat saya yang sama-sama mengagumi senja untuk 10 Juni saya. Ini tulisan favorit saya, teman saya ini menulisnya di blog pribadi miliknya Ayu
*****
Dear perempuan penggemar senja

Bersama surat ini kukirimkan senja bulat penuh, senja keemasan di ufuk tempat mata kita setia menunggu sebelum gelap. Hanya, maaf saja, tak ada angin dan debur ombak, seperti senja untuk Alina oleh Om Seno.

Oh iya, hampir saja kulupa. Bersama dengan Senja ini terhantur doa-doa tak terucap. Menjelma sederhana, menjelma cinta.Tak lupa, ada kebaikan di dalamnya. Silahkan kau rapal.

Sepaket Senja ini kukirim dalam perjalanan di atas jalan layang, menembus gedung-gedung pongah, beradu cepat dengan sibuknya mereka.Bukan dari tepi permadani maha kaya, tempat para nelayan mempertaruhkan cinta dan perahunya mengadu nasib.  

Kau pasti terkejut dengan kiriman ini.Aku memang tak kunjung khatam merapalmu, namun pasti kau akan menyukainya. Tak bermaksud membenci fajar, hanya saja bersiap menghadapi temaram dengan perbincangan hangat itu lebih sering kita lakukan. Mungkin benar, dalam banyak hal kita hanya butuh membiasakan.

Untuk miladmu, senja ini kumasukkan dalam amplop berwarna emas. Tak benar-benar berwarna emas sebetulnya, cahaya senjalah yang berpendar keluar. Kau mungkin tak punya banyak waktu untuk mendengar, jika lisanku yang menyapa. Maka lewat senja ini kuharap kau mampu merapal kata-kata yang tak sempat terucap, terlebih tertulis. 

Hanya saja, bergegaslah membuka amplop ini, saat bola waktu yang menggelinding telah menyampaikannya padamu. Seperti coklat panas yang nikmatnya berkurang saat dingin mulai membunuhnya.Senja inipun harus cepat-cepat menemui tujuannya. Karena esok hari, lain cerita. 

Saat kau buka, Negeri Senja adalah untukmu. Karena ini miladmu, aku mengalah. Kau pemiliknya sekarang. Tinggallah disana, tidak usah terlalu lama. Cukup kau habiskan 10 Junimu disana. 

Tenang saja, senja abadi disana. Itu sebabnya, kukirim ini sehari sebelum 10 Junimu menyapa. Syukurlah tak ada hujan bulan Juni sore ini untukmu. Iapun telah berjanji, tak akan menyapamu dalam dua hari ini. hanya untukmu. Setelahnya, kau pun bisa bersuka cita bersama sulaman rindu langit kepada tanah. 

Untukmu perempuan penggemar senja, perempuan dari Ambon yang selalu manis, si peramu kata, Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Terima kasih telah menjadi kawan setia menggagumi senja, membumikan senja-senja sebelumnya dengan cerita-cerita hangat. Seperti senja, sandikala, dan cakrawala, Semesta mengajarkan bahwa kawan kita butuhkan untuk menyadari kalau sendiri adalah indah yang belum sempurna.

Selamat menikmati.

Dari kawanmu yang juga mengagumi senja

Day #6: Sampai Bertemu (Lagi)

Wednesday, 4 February 2015
Dear Jayanti...
Entah kenapa tema di #30HariMenulisSuratCinta kali ini saya rasa bisa mrnulis untukmu, bertepatan pula dengan hari lahirmu Jay. Beruntung sekali kamu Jay. Maka dari itu, seperti tahun kemarin surat hari ini khusus untukmu sahabat.

By the way, masih ingat bagaimana kita pertama kali bertemu? Kita pakai baju hitam-putih duduk cantik di ruangan 209, berusaha mendenagr dengan seksama setiap materi yang dibawakan beberapa hari itu, sesekali saat istirahat kita duduk dan verita ala kadarnya. Ingat kan? Lebih dari itu, ingat bagaimana kita pulang pas selesai acara safari ramadhan? Dalam angkutan umum malam itu kamu menangis Jay, jujur saya bingung harus bagaimana saat itu, kita belum terlalu akrab, dan kamu menangus disaat hanya ada saya disitu. Disitu pertama kalinya saya melihatmu menangis Jay dan sejak hari itu saya yakini bahwa kamu orang Batak KW Jay, tidak sama dengan pemikiranku selama ini tentang orang Batak, kamu beda. Hehehe :D

Singkat cerita, kita akrab sejak malam itu. Menjadi sahabat, saudara di tanah orang. Berbagi banyak hal bersama, saling membantu dalam suka dan duka. Kalau akhir bulan uang jajan kita sudah mengalami krisis parah, maka kita akan kumpul bersama dengan beberapa teman yang lainnya, makan nasi panas, ikan asin dan sambal. Itu saja cukup untuk kita, ah itu indah.. Iya kan Jay?

Tidak terasa 4 tahun bersama di tanah rantau, berbagi suka duka, saling menjaga satu sama yang lain, waktu berlalu begitu cepat, siapa sangka kita sekarang di waktu ini telah terpisah oleh jarak. Saya kembali ke kotaku, entah kapan lagi akan bertemu. Siapa sangka kita sekarang telah sarjana, memulai langkah baru dalam hidup kita masing-masing, tanggungjawab tentu saja bertambah.

Emailmu masih saya simpan Jay, itu surat indah, bila rindu saya akan selalu membacanya dan mulailah satu persatu tentang kita berebut masuk dalam ingatanku Jay. Di hari bahagiamu ini, bahagia selalu Jay, saya harap segala kebaikan selalu mengiringi setiap langkahmu Jay, semakin matang di umur sekarang, hidup penuh berkah Jay. Banyak doa untukmu Jay, doa baik semoga dijabah Tuhan. Amin :)

Kamu benar Jay, ini hanyalah perputaran senja. Masalah waktu saja kan ini? Waktu depan masih menjadi rahasia. Seperti yang kamu bilang siapa tahu nanti di satu waktu kita akan bertemu, Jay sudah langsing dan malah Carol Celico yang mirip sekali sama Jay, punya suami kayak Kaka. Amin :) Siapa yang akan tahu waktu selanjutnya Jay, semoga kita bertemu dalam keadaan yang lebih baik, pastikan itu sukses sahabat! Selamat menjadi baik dalam setiap hidupmu Jay, berbahagia di kotamu, dimanapun kebaikan membawamu Jay. Kita (akan) bertemu lagi Jay, Tuhan sedang merencanakan pertemuan baik kita di satu waktu kelak. Sampai bertemu (lagi), sahabat! :)

I miss you Jay
see you when I see you sahabatku ❤❤

Day #3: Surat Untuk Februari

Sunday, 1 February 2015
Dear bulan kedua...
Banyak orang menanti datangnya bulan ini. Pagi ini saja misalnya, aku memulai hari dengan membaca recent update BBM ku yang berisi penuh doa di bulan februari ini. Teman-teman BBM aku mengupdate ucapan selamat datang bulan penuh cinta ini. Bukan itu saja, akun social media ku yg lain pun begitu. Path dan instagram berisi update-an gambar atau sekedar tulisan yang berisi ucapan selamat datang dan harapan di bulan februari ini.

Beberapa teman dekatku juga punya hari yang special di bulan ini, ada yang ulangtahun, ada yang anniversary sama pacarnya, dan masih banyak lagi. Ya, namanya bulan penuh kasih sayang, tentunya banyak harapan di bulan ini.

Banyak harapan di bulan ini, banyak kasih sayang pula di bulan ini. Semoga bulan ini menjadi bulan penuh kebaikan, penuh cinta dan kasih sayang. Jangan banyak duka di bulan ini, cinta sajalah yang jadi bintangnya di bulan februari ini.

Dear bulan penuh kasih sayang..
Maukah kau bersedia memberikan sedikit tambahan kasih sayang dan cinta lagi kepada orang-orang terdekatku yang bahagia menyambutmu? Beri mereka kelebihan bahagia, menjadi baik di setiap langkah mereka melewati bulan ini. Jangan bilang siapa-siapa aku meminta padamu Februari, ini antara kita saja. Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti mereka yang berbahagia di bulan ini. Jangan jadi bulan yang menyedihkan untuk orang-orang terdekatku dan untuk semuanya yang menyambut bulan penuh kasih sayang ini.
Be nice month, February :")

Untuk Ibu, Selamat Hari Ibu

Monday, 22 December 2014
Ada yang bilang Hari Ibu itu setiap hari. Ucapan rasa sayang kepada Ibu setiap hari. Bukan saja di tanggal 22 Desember. Tidak salah. Hanya saja di tanggal 22 Desember terasa lebih istimewa bukan? Hari ini harimu Ibu. Nikmati saja kebahagiaan ini Bu.

Dari rahimmu, hidupku dimulai Bu. Darimu aku mengenal dan merasakan cinta sejati yang sebenar-benarnya, kemurnian cintamu Bu, tiada tandingannya didunia ini. Pengorbananmu, tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang bisa menandingi besarnya pengorbananmu Bu, Aku berani bertaruh, tidak ada Bu.

Kesucian cintamu, kasihmu, sungguh suci. Tidak ada yang bisa menyamakan sucinya cintamu Bu. Tidak ada. Bahkan semua kata yang terucap dan tertulis untukmu takkan mampu menyampaikan betapa besar rasa terimakasihku untukmu Bu. Dunia takkan ada tanpamu Bu, hidup takkan sempurna tanpamu Bu. Aku berani bertaruh tidak ada satupun kehidupan seorang anak yang sempurna tanpa kasihmu Bu, tak ada.

Kamu.. Wanita mulia Bu. Kau diberi tanggungjawab besar, kepercayaan yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta. Surga diletakkan tepat dikakimu, mahkota kesucian dikepalamu, senyuman semanis susu di surga ada di wajahmu Bu, mata seindah bidadari surga kulihat dikedua matamu. Kau indah, sempurna, mulia Bu... Dari rahimmu, semuanya bermula.

Terimakasih karena mengajari banyak hal yang tak terduga dalam hidup Bu, pelajaran berharga datang dari wanita mulia berkerudung kesucian, bermahkota kemuliaan. Harapku, sehat selalu Bu.. Sang Pemilik Kehidupan senantiasa menjagamu, dimanapun langkahmu, kau selalu terjaga Bu.
Selamat Hari Ibu, Ny Dju Waliulu, S.Pd tersayang. Ibu terbaik sepanjang masa, kemurnian cintanya tidak tertandingi.

Untuk Ibu, Selamat Hari Ibu

Ada yang bilang Hari Ibu itu setiap hari. Ucapan rasa sayang kepada Ibu setiap hari. Bukan saja di tanggal 22 Desember. Tidak salah. Hanya saja di tanggal 22 Desember terasa lebih istimewa bukan? Hari ini harimu Ibu. Nikmati saja kebahagiaan ini Bu.

Dari rahimmu, hidupku dimulai Bu. Darimu aku mengenal dan merasakan cinta sejati yang sebenar-benarnya, kemurnian cintamu Bu, tiada tandingannya didunia ini. Pengorbananmu, tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang bisa menandingi besarnya pengorbananmu Bu, Aku berani bertaruh, tidak ada Bu.

Kesucian cintamu, kasihmu, sungguh suci. Tidak ada yang bisa menyamakan sucinya cintamu Bu. Tidak ada. Bahkan semua kata yang terucap dan tertulis untukmu takkan mampu menyampaikan betapa besar rasa terimakasihku untukmu Bu. Dunia takkan ada tanpamu Bu, hidup takkan sempurna tanpamu Bu. Aku berani bertaruh tidak ada satupun kehidupan seorang anak yang sempurna tanpa kasihmu Bu, tak ada.

Kamu.. Wanita mulia Bu. Kau diberi tanggungjawab besar, kepercayaan yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta. Surga diletakkan tepat dikakimu, mahkota kesucian dikepalamu, senyuman semanis susu di surga ada di wajahmu Bu, mata seindah bidadari surga kulihat dikedua matamu. Kau indah, sempurna, mulia Bu... Dari rahimmu, semuanya bermula.

Terimakasih karena mengajari banyak hal yang tak terduga dalam hidup Bu, pelajaran berharga datang dari wanita mulia berkerudung kesucian, bermahkota kemuliaan. Harapku, sehat selalu Bu.. Sang Pemilik Kehidupan senantiasa menjagamu, dimanapun langkahmu, kau selalu terjaga Bu.
Selamat Hari Ibu, Ny Dju Waliulu, S.Pd tersayang. Ibu terbaik sepanjang masa, kemurnian cintanya tidak tertandingi.

Untuk Calon Anakku Kelak

Sunday, 30 November 2014
Dear calon anakku kelak..

Sebelum kamu ada, biarkan Mamamu sedikit bercerita tentang dunia sekarang yang sedang Mama jalani. Ini hidup yang keras, sampai terkadang Mama merasa tidak sanggup menjalaninya, tapi tidak mau menyerah juga begitu saja. Cuma orang pengecut yang menyerah secepat itu, Nak. Kelak kamu jangan seperti itu. Jangan menyerah dalam hal apapun, bahkan hidupmu sekalipun Nak, jangan..

Mamamu ini banyak kekurangan Nak, sebut saja Mama tidak bisa mengendarai sepeda dan berenang. Makanya mulai dari sekarang Mama sudah punya niat, kelak kamu harus belajar mengendarai sepeda dan berenang, jangan kayak Mamamu ini, Nak. Kamu harus bisa mengendarai sepeda, motor dan mobil biar kelak kalau besar jangan repotin orang lain,kamu harus bisa berenang juga, biar kalau nanti kamu ke pantai jangan hanya duduk di tepi pantai, main air di tepi dan foto-foto saja Nak, biar kamu bisa snorkling bisa lihat keindahan alam lain yang indah bukan hanya yang ada di permukaan Nak.

Kelak bila kamu telah ada, jangan ambil sifat Mama yang cepat emosian ya Nak, itu tidak baik. Jangan ikuti sifat Mama yang buruk itu, ia akan menyusahkanmu nanti. Cukup Mama saja. Jangan juga seperti Mama yang egois, itu juga tidak baik Nak.

Mamamu ini ingin kamu kelak menjadi pribadi yang ceria, dalam hal apapun kamu pandai mengatasi masalah dan selalu ceria. Karena Mamamu tidak seperti itu, maka kelak kamu harus begitu Nak, itu bermanfaat untuk kehidupan kamu kelak. Bila waktunya tiba kamu ada di dunia ini Nak, kamu harus tahu kehidupanmu kelak akan jauh lebih sulit dari kehidupan sekarang Nak, kamu harus tetap berdiri dengan kakimu sendiri Nak, hidup kedepan sulit, menyerah jangan jadikan itu ada dalam kamus hidupmu Nak, Mama dan calon Papamu kelak akan mendampingimu,membantumu merangkak, berjalan, dan melihatmu berlari serta melihatmu terbang mengangkasa dengan sayapmu Nak. Jangan banyak mengeluh dengan hidup orangtuamu kelak dan hidupmu Nak, nikmati saja. Hidup sudah seharusnya seperti itu, Sang Pencipta memberi, kita nikmati dan jalani. Jangan banyak mengeluh kayak kita orang dewasa sekarang Nak, kita mengeluh karena tidak cukup pandai menikmati hidup dan bersyukur. Jangan seperti itu kelak, Nak.. Itu akan membuat hidupmu lebih sulit daripada yang kamu pikirkan, daripada yang kamu keluhkan Sayang.

Apapun kamu kelak Nak, Mama selalu menyayangimu. Nanti bila kamu sudah besar, sudah bisa baca, bacalah ini ya Nak.. Ini untukmu, bahkan Mama menulisnya jauh sebelum kamu ada.

Dari Calon Mamamu kelak.

Tidak Ada Yang Salah Dengan Cinta

Thursday, 18 September 2014
Beberapa hari ini banyak cerita yang singgah di telingaku. Tepatnya cerita dari beberapa orang terdekatku tentang cinta. Aku mendengarnya satu per satu, dengan seksama kucermati semua cerita mereka. Bahagia, sedih, kecewa, sakit hati, semua menjadi satu.

Entah bagaimana cinta bisa begitu cepat merubah suasana hati seseorang. Minggu lalu aku mendengar cerita dari sahabatku yang intinya adalah dia begitu bahagia dengan hubungan cinta yang tengah dia jalani ini, baginya lelaki ini adalah kekasih yang tepat untuknya. Seminggu kemudian dia bisa bercerita tentang kekasihnya yang begitu overprotektif, dan dia tak tahan dengan sikap kekasihnya itu.

Lain lagi cerita salahsatu teman karibku, dia jatuh cinta pada lelaki yang telah lama dia kagumi. Ini membuatnya begitu bahagia yang berlebihan. Teman karibku ini bisa begitu girang bila SMS nya dibalas oleh lelaki itu.

Bukan itu saja, beberapa cerita pun singgah di kupingku. Tentang cinta yang cukup rumit. Si pria begitu mencintai perempuannya, dia berikan apapun yang perempuan mau, materi tepatnya. Tapi di lain sisi dia tidak tahu caranya menghargai. Dia tidak menghargai selayaknya perempuan yang mau dihargai oleh pasangannya. Si pria memberikan apapun itu yang perempuan mau, tapi percayalah lebih dari itu perempuan butuh dihargai.

Lain lagi, cerita sahabatku. Sahabatku ini mulai memasuki tahap "berpikir serius mau dibawa hubungan mereka". Banyak hal yang dia pikirkan. Misalnya, "aku udah gini, trus pacarku masih begini, gimana dong nanti? Masa aku yang kerja duluan dan pacarku masih kuliah? " dan masih banyak lagi kekhawatiran yang berlebihan dari sahabatku ini.

Lain lagi dengan adik temanku, selalunya dia bercerita kepadaku tentang sosok perempuan yang telah lama mencuri hatinya. Sabang hari adik temanku ini dilema dengan perasaannya sendiri kepada teman sekolahnya. Tapi sekarang, dia malah jadian dengan adik sepupu dari sahabat kakak kandungnya yang telah lama dia kenal.

Itu semua beberapa cerita yang singgah di kupingku akhir-akhir ini. Tidak bermaksud menggurui atau apapun itu. Hanya saja, cinta tetaplah cinta. Apapun ceritanya, semudah apapun dan sesulit apapun jalan yang ditempuh, cinta tetap cinta. Kita teranugrahi oleh rasa itu. Bukan soal bagaimana memulainya, tapi lebih kepada bagaimana cara kita menjaganya. Pekerjaan sulit dari cinta adalah bertahan. Soal jatuh cinta, itu persoalan gampang. Kemudian menjadi sulit dan rumit adalah jalan untuk menjaganya.

Dalam hubungan, kita berkomitmen dengan dua hati. Berkomitmen berarti kita mau tidak mau mengikuti aturan mainnya. Kalau tidak mau sakit, ya jangan menyakiti. Kalau mau bahagia, yuk saling membahagiakan. Setidaknya kita telah berani berkomitmen, menjaga komitmen itu. Tidak ada yang salah dengan cinta, terkadang yang salah adalah cara kita mempertahankannya.  

Terakhir, Untuk Dua Yang Terbaik

Sunday, 2 March 2014
Hai @iffaMuzdhalifa dan @badnotbadgalz...
Hari ini hari terakhir untuk program #30HariMenulisSuratCinta dan hari ini surat khusus untuk kalian, Sahabat. Apa kabar kalian? Sedang apa kalian di masing-masing tempat pijakan kalian sekarang? Iffa mungkin lagi masih baring-baring di kosan baru, menikmati suasana baru kan? Mungkin juga Lala lagi iseng main basket atau malah baring-baring di kamar juga.

Saya merindukan kalian, iya kalian berdua! Semalam saya menceritakan banyak hal tentang kalian, tentang kita kepada Ian, ya salahsatu cara ampuh mengobati rindu kepada dua sahabat terbaik. Saya rindu.

Kita berjarak selama 4 tahun ini, tapi tidak sedikitpun merubah persahabatan kita. Iya kan? Kita tetap tangguh di setiap pijakan kita sekarang. Tuhan memang Maha Baik, Dia memberikan dua sahabat terbaik, dua sahabat yang selalu menguatkan dalam setiap kondisi, dua sahabat tempat berbagi segala hal baik atau buruk, dua sahabat yang selalu mengerti tanpa harus banyak kata.

Terimakasih Iffa karena sampai saat ini tetap setia berdiri disamping, sama-sama sampai waktu ini, terimakasih karena selalu menjadi sahabat baik dan pendengar baik selama ini. Terimakasih juga Lala, karena selalu ada di setiap waktu yang tak terduga, terimakasih karena masih mempercayai dan bisa dipercaya lagi. Terimakasih untuk kalian berdua yang selalu memberi warna dalam hidup. Kalian terberkati dengan segala rasa, pikiran, dan keunikan kalian. Terimakasih karena tetap setia.

Semoga kita tetap bertiga, menjadi sahabat terbaik untuk masing-masing. Akan selalu ada yang datang dan pergi, tapi tetaplah kita bertiga, tetaplah tahu jalan kembali. Persahabatan ini menjadi anugrah, menjadi doa. Doa adalah bukti bahwa kita tidak pernah berjarak. :)



Yang merindukan kalian berdua. :)

Hidup Memang Sepaket kan, Tuhan?

Wednesday, 19 February 2014
Terkadang aku pikir hidup itu mudah
Banyak hal menyenangkan akan dilalui
Banyak pula orang-orang baik yang akan ditemui
Pelajaran manis kehidupan akan didapati

Satu waktu, aku salah
Hidup ternyata sepaket
Ada bahagia, ada sedih
ada orang baik, ada pula orang jahat
Pelajaran manis, ada juga pelajaran pahit yang akan didapat
Jalan tak selamanya lurus saja, bukan begitu?
Hidup memang sepaket.

Siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi?
Satu menit kemudian semuanya bisa berubah
segala yang dimiliki, bisa segera lenyap begitu saja
hidup layaknya permainan sulap belaka

Hidup memang sepaket.
selalu ada pagi sebagai pengingat bahwa selalu ada yg harus dikerjakan
dan malam selalu menjadi alarm bahwa rumah adalah tempat kembali
siapa yang mengira akan merasakan kehilangan?
Apapun itu, siapapun itu, kehilangan tetap menjadi momok yg tak diharapkan.

Namun, siapa pula yang bisa mengira
bila setelah airmata, tawa akan berlari memenuhi wajah kita?
siapa yang bisa mengira?
Hidup memang sepaket kan, Tuhan?
Maka aku berserah padaMu.
Kulabuhkan semua harapku, impiku di tanganMu
aku tak mungkin meminta terlalu banyak, aku bahkan takkan berdoa yang macam-macam
Takkan memaksa Tuhan yg kucinta dengan apa yg menjadi cita-citaku
Tuhan, terserah Engkau sajalah!
Toh, hidup memang sepaket kan Tuhan?


Lihat, Cara Allah Menyayangimu

Saturday, 15 February 2014
Dear @eghaRiska
Dalam hidup terkadang Maha Pencipta memberikan kejutan-kejutan kecil yang kita sendiri tak akan mengira sebelumnya. Kejutan itu bisa baik bisa buruk, bisa membuat hati bahagia bisa pula membuat hati mengiris. Selalu begitu, tak bisa terlalu dan selalu baik-baik saja, iya kan Ca Egha?

Bahagia terlalu banyak ternikmati. Wajar bila sekali Allah memberi sedikit tamparan. Bukan begitu, Ca Egha? Sekali lagi, ini hidup. Banyak hal yang membuat kita bisa jatuh, terpuruk, merasa mengapa hal-hal buruk terjadi dalam hidup yang dalam sepersekian detik terlihat baik-baik saja. Begitu cara Allah menyayangimu, Ca Egha. Begitu caranya. Emas yang berkualitas, emas yang bernilai tinggi, ditempa berulangkali, untuk mendapatkan emas yang murni, butuh kesabaran dalam mendulang emas tersebut. Kau pun begitu.

Jangan bersedih dengan apa yang telah menimpamu, jangan bersedih karena seseorang yang menyakitimu, cara Allah akan memberikan yang terbaik untuk hambaNya, siapa yang akan tahu? Airmatamu akan tergantikan dengan senyum bahagia, perih hatimu akan dibalut kembali dengan kasih sayang yang lebih suci dan tulus, Ca Egha. Tak perlu khwatir apapun itu. Tak perlu yang disesali, cukup bagimu orang-orang yang tetap menyayangimu dalam kondisi apapun itu. Lihat, betapa Allah menyayangimu. Dilimpahkan kepadamu orang-orang yang menyayangimu dengan cara mereka sendiri, termasuk adikmu ini. Tetap cantik, tetap tangguh. Empat pertama yang lain akan selalu menemanimu dalam doa yang tidak pernah habis melayang di udara, sampai kepada Allah dan dijabah. Tetap berkilau, Ca Egha.

Hidup memang tidak ada yang sempurna, tapi jelaslah akan selalu baik-baik saja selama bersyukur adalah hal yang tidak pernah berhenti. Keep shining, keep strong, you're beautiful from your heart, i love you, not much talking about it, but I love you.

Sincerely,
sister who always love you❤

Dua Gelas Susu Coklat Panas

Wednesday, 12 February 2014
Gelas hijau, tiap sorenya terisi susu coklat panas dengan sedikit cinta. Bila diseduh, uap khas susu coklat tercium. Biasanya kala matahari mulai turun dari tahtanya, coklat panas akan selalu terhidang. Dua gelas susu coklat panas selalu akan menemani sore sepasang malaikat berwujud manusia yang cintanya tempat aku kembali dalam setiap kondisi.

Dua gelas susu coklat panas menjadi kebiasaan di setiap sore. Sambil menikmati coklat panas itu, mereka akan saling bertukar cerita tentang hari ini dan mungkin tentang hari mendatang. Dua gelas susu coklat itu menjadi saksi bagaimana mereka memiliki cinta begitu besar walau beberapa jam yang lalu terik matahari menemani langkah mereka. Dua gelas susu coklat panas itu menjadi teman setelah lelah, teman berbagi. Kadang mereka menikmati susu coklat panas itu sambil menanti anak-anak mereka pulang sekolah.

Dua gelas susu coklat panas itu menjadi teman bagaimana mereka begitu antusias berbagi cerita. Senyum selalu menghiasi wajah mereka, garis-garis lelah yg tergurat di pipi mereka mulai nampak. Tawa mereka mengudara. Sore indah selalu mereka lalui dengan dua gelas susu coklat panas itu. Sore dengan dua gelas susu coklat panas itu adalah hal terindah. Ini romantis, setidaknya untuk aku menghabiskan waktu bersama sambil menikmati dua gelas susu coklat panas itu adalah romantis. Cinta jelas disitu. Sore itu, aku melihat mereka menyeruput susu coklat panas bersama, sore itu, sore mesra





Mengeja R-I-N-D-U

Monday, 10 February 2014

Aku mengeja rindu
diselimuti langit pekat
Bulan satu satu di langit
Suara khas malam menjadi pengiring

Aku mengeja rindu
Namamu kusebut
kulayangkan doa untukmu
kusisipkan cinta diantara doa

Kau dengar?
Aku sedang mengeja rindu
dengan satu persatu huruf yg membentuk kata
jelas itu, namamu

Dengarkah kau
rindu yang sedang kueja
Dia mengetuk pintu kamarmu kah?
kau mendengar bisiknya?

Ku eja kau dengan R-I-N-D-U
kunamai kau R-I-N-D-U
namamu menjadi satu disetiap doa
Aku mengeja rindu dengan N-A-M-A-M-U
kau rindu yang tak mampu kuhentikan
Kau, R-I-N-D-U


Perkenalan geng Baruga :*

Monday, 1 July 2013
Hai hai blogger..
Lamanya saya tidak posting tentang cerita pribadiku di lapak sederhana saya ini. Oh iya by the way, saya sekarang lagi di lokasi KKN. Semesta yang penuh rahasia ini menempatkan diri saya di Desa Baruga kecamatan malili kabupaten Luwu Timur, kira-kira perjalanan yang ditempuh dari Makassar ke lokasi KKN saya ini sekitar 12 jam (iya, pas kesini saya tepar di perjalanan, pegel duduk).

Kembali lagi semesta mempertemukan dan menyatukan saya dengan 5 orang yang menurut saya GILA dengan caranya masing-masing. Lagi dan lagi saya harus punya tambahan teman yang GILAnya tingkat dewa, Hahaha :D Ini fotonya....
Akbar, K'Iccang, Winda, Saya, asty dan Diza (dari kiri atas-kanan bawah)


 Nah Kordes (koordinator desa) saya namanya Akbar anak fakultas hukum, jangan ditanya anaknya GILAAAAA! Saya se-posko sama anak hukum, 2 anak ekonomi, FKM, dan farmasi. Semesta bekerja mempertemukan kami dan menyatukan kami untuk hidup bersama selama 1 bulan lebih, dan serius sedikitpun saya tidak menyesali pertemuan yang semesta rencanakan ini. intinya adalah tidak ada yang tanpa alasan di dunia ini kan? Salahsatunya adalah selalu ada alasan baik semesta menyatukan kami berenam dalam satu lingkungan, dibawah satu atap. Oh iya, kami berenam masuk GENG BARUGA, geng-nya anak2 gaul dan keren. Hehehe :D *pasang senyum lebar*


Ini hidangan kapurung, undangan makan siang dari salahsatu Ibu di dekat posko
foto kami berenam pas selesai seminar desa

Ini kita berempat, cewek-cewek tangguhnya Geng Baruga :D