Ini puisi terbaru dari sahabat saya, Aniesa, puisi ini sebagai hadiah ulangtahun saya di Juni tahun ini. Sahabat saya ini mengirimnya via chat Line tadi pagi. Terimakasih Aniesa, Tuhan dan semesta memberkati setiap kata-katamu :))
*****
Tepat hari ini
juni melahirkan seorang anak gadis
terbuat dari sepotong senja dan beberapa percikan warna pelangi
ditambahkan tanah liat, sebongkah daging, dan ruh.
juni menyukai hujan
namun mungkin tidak untuk gadis ini
dalang menyebutnya gadis juni
mungkin ia, gadis juni, kadang jingganya menjadi kelabu saat hujan
suatu ketika ia bercerita
ia benci hujan
karena hujan selalu membasahi puisi-puisinya
juni menyukai hujan
mencintai setiap genangan air yg sering sekali bermain dengan bias lampu jalan
sedangkan ia,
menyukai puisi,
juga aroma kekasihnya.
lantas mengapa ia dinamakan gadis juni oleh sang dalang?
oh.
karena ia dan juni adalah kontras
saling membelakangi
saling membutuhkan.
saling memerhatikan dalam diam
karena sungguh juni sangat menyayanginya.
saat adzan dinyanyikan di telinganya.
juni tahu, ia akan tumbuh menjadi gadis yang setia pada cinta dan persahabatan.
terima kasih masih memilih setia
setelah badai besar yang tak henti2nya menghantam dinding hati.
dan goresan-goresan dalam yang entah sudah berapa banyak.
semoga semesta mengamini semua doa dalam bulan mulia ini. untukmu.
selamat hari lahir kembali :)
selamat menjadi tua.
selamat menjadi dewasa lagi.
selamat menjalani siklus hidupmu yg diperbaharui setiap tahunmu.
selamat ulang tahun gadis senja.
selamat ulang tahun, sahabat. :)
Langit berwarna kemerahan, menyala bagai disulut api. Arak-arakkan awan tampak merona jingga ditelan ufuk barat. Aku suka menikmati senja hingga pupus ditelan malam.
Showing posts with label Si Elegan Senja. Show all posts
Showing posts with label Si Elegan Senja. Show all posts
Senja Bulat Penuh Untuk 10 Junimu
Tulisan Hati
unhysakinah
at
6/10/2016
Nah kalau ini postingan lama hadiah ulangtahun dari sahabat saya yang sama-sama mengagumi senja untuk 10 Juni saya. Ini tulisan favorit saya, teman saya ini menulisnya di blog pribadi miliknya Ayu
*****
Dear perempuan penggemar senja
Bersama surat ini kukirimkan senja bulat penuh, senja keemasan di ufuk tempat mata kita setia menunggu sebelum gelap. Hanya, maaf saja, tak ada angin dan debur ombak, seperti senja untuk Alina oleh Om Seno.
Oh iya, hampir saja kulupa. Bersama dengan Senja ini terhantur doa-doa tak terucap. Menjelma sederhana, menjelma cinta.Tak lupa, ada kebaikan di dalamnya. Silahkan kau rapal.
Sepaket Senja ini kukirim dalam perjalanan di atas jalan layang, menembus gedung-gedung pongah, beradu cepat dengan sibuknya mereka.Bukan dari tepi permadani maha kaya, tempat para nelayan mempertaruhkan cinta dan perahunya mengadu nasib.
Kau pasti terkejut dengan kiriman ini.Aku memang tak kunjung khatam merapalmu, namun pasti kau akan menyukainya. Tak bermaksud membenci fajar, hanya saja bersiap menghadapi temaram dengan perbincangan hangat itu lebih sering kita lakukan. Mungkin benar, dalam banyak hal kita hanya butuh membiasakan.
Untuk miladmu, senja ini kumasukkan dalam amplop berwarna emas. Tak benar-benar berwarna emas sebetulnya, cahaya senjalah yang berpendar keluar. Kau mungkin tak punya banyak waktu untuk mendengar, jika lisanku yang menyapa. Maka lewat senja ini kuharap kau mampu merapal kata-kata yang tak sempat terucap, terlebih tertulis.
Hanya saja, bergegaslah membuka amplop ini, saat bola waktu yang menggelinding telah menyampaikannya padamu. Seperti coklat panas yang nikmatnya berkurang saat dingin mulai membunuhnya.Senja inipun harus cepat-cepat menemui tujuannya. Karena esok hari, lain cerita.
Saat kau buka, Negeri Senja adalah untukmu. Karena ini miladmu, aku mengalah. Kau pemiliknya sekarang. Tinggallah disana, tidak usah terlalu lama. Cukup kau habiskan 10 Junimu disana.
Tenang saja, senja abadi disana. Itu sebabnya, kukirim ini sehari sebelum 10 Junimu menyapa. Syukurlah tak ada hujan bulan Juni sore ini untukmu. Iapun telah berjanji, tak akan menyapamu dalam dua hari ini. hanya untukmu. Setelahnya, kau pun bisa bersuka cita bersama sulaman rindu langit kepada tanah.
Untukmu perempuan penggemar senja, perempuan dari Ambon yang selalu manis, si peramu kata, Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Terima kasih telah menjadi kawan setia menggagumi senja, membumikan senja-senja sebelumnya dengan cerita-cerita hangat. Seperti senja, sandikala, dan cakrawala, Semesta mengajarkan bahwa kawan kita butuhkan untuk menyadari kalau sendiri adalah indah yang belum sempurna.
Selamat menikmati.
*****
Dear perempuan penggemar senja
Bersama surat ini kukirimkan senja bulat penuh, senja keemasan di ufuk tempat mata kita setia menunggu sebelum gelap. Hanya, maaf saja, tak ada angin dan debur ombak, seperti senja untuk Alina oleh Om Seno.
Oh iya, hampir saja kulupa. Bersama dengan Senja ini terhantur doa-doa tak terucap. Menjelma sederhana, menjelma cinta.Tak lupa, ada kebaikan di dalamnya. Silahkan kau rapal.
Sepaket Senja ini kukirim dalam perjalanan di atas jalan layang, menembus gedung-gedung pongah, beradu cepat dengan sibuknya mereka.Bukan dari tepi permadani maha kaya, tempat para nelayan mempertaruhkan cinta dan perahunya mengadu nasib.
Kau pasti terkejut dengan kiriman ini.Aku memang tak kunjung khatam merapalmu, namun pasti kau akan menyukainya. Tak bermaksud membenci fajar, hanya saja bersiap menghadapi temaram dengan perbincangan hangat itu lebih sering kita lakukan. Mungkin benar, dalam banyak hal kita hanya butuh membiasakan.
Untuk miladmu, senja ini kumasukkan dalam amplop berwarna emas. Tak benar-benar berwarna emas sebetulnya, cahaya senjalah yang berpendar keluar. Kau mungkin tak punya banyak waktu untuk mendengar, jika lisanku yang menyapa. Maka lewat senja ini kuharap kau mampu merapal kata-kata yang tak sempat terucap, terlebih tertulis.
Hanya saja, bergegaslah membuka amplop ini, saat bola waktu yang menggelinding telah menyampaikannya padamu. Seperti coklat panas yang nikmatnya berkurang saat dingin mulai membunuhnya.Senja inipun harus cepat-cepat menemui tujuannya. Karena esok hari, lain cerita.
Saat kau buka, Negeri Senja adalah untukmu. Karena ini miladmu, aku mengalah. Kau pemiliknya sekarang. Tinggallah disana, tidak usah terlalu lama. Cukup kau habiskan 10 Junimu disana.
Tenang saja, senja abadi disana. Itu sebabnya, kukirim ini sehari sebelum 10 Junimu menyapa. Syukurlah tak ada hujan bulan Juni sore ini untukmu. Iapun telah berjanji, tak akan menyapamu dalam dua hari ini. hanya untukmu. Setelahnya, kau pun bisa bersuka cita bersama sulaman rindu langit kepada tanah.
Untukmu perempuan penggemar senja, perempuan dari Ambon yang selalu manis, si peramu kata, Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Terima kasih telah menjadi kawan setia menggagumi senja, membumikan senja-senja sebelumnya dengan cerita-cerita hangat. Seperti senja, sandikala, dan cakrawala, Semesta mengajarkan bahwa kawan kita butuhkan untuk menyadari kalau sendiri adalah indah yang belum sempurna.
Selamat menikmati.
Dari kawanmu yang juga mengagumi senja
Beri Aku Jawabnya, Senja...
Tulisan Hati
Anonymous
at
6/14/2013
Friday, 14 June 2013
Dear senja,
Bilang padaku apa yg harus kulakukan saat ini ketika
harapku kini telah menguap begitu saja ke angkasa?
Bilang padaku apa yg harus kulakukan ketika aku harus
menutup kembali hatiku ketika baru saja kubuka pintu itu? Bilang padaku
bagaimana sikapku setelah ini bila aku bertemu dengan dia yg ada di harapku.
Bagaimana, Senja?
Bilang padaku, bagaimana aku harus bersabar. Dari mana
aku harus belajar menerima, berlapang dada dengan segala yg sedang terjadi ini?
Aku ingin menemuimu Senja, di satu petang, biar aku tahu jawabnya. Berikan aku
jawabmu Senja, aku ingin sepertimu, yang tetap elegan, tetap tenang, tetap
indah walau sebelumnya panas membakar menguasai dan harus segera melebur,
menenggelamkan diri dibalik gunung ketika pekat mulai mengambil kuasa, aku
ingin jawaban darimu Senja, aku tak bisa menunggu sampai bintang-bintang
bermunculan. Beri aku jawabnya, Senja..
Kupastikan itu Indah
Tulisan Hati
Anonymous
at
1/29/2013
Tuesday, 29 January 2013
Kamu disana
Diam-diam menyembunyikan
apa yang kamu rasa
Menyembunyikan dengan
rapi apa yang menjadi harapmu
Aku disini
Diam-diam mulai melupakanmu
Walau sering kudapati
diriku sedang berada dalam ruang nostalgia
Mengingatmu diam-diam
Namun kupastikan
melupakanmu, aku berhasil.
Kamu disana
Entah bagaimana kamu
nikmatin bintang yang berhamburan
Di setiap pekat malam
yang kau temui
Entah apakah kamu masih
selalu menikmatinya
Entah apakah kamu masih
seperti anak kecil bila melihat bintang
Seperti yang kudapati
saat malam yang pernah kita lewati
Aku disini
Masih menikmati
peralihan indah itu
Walaupun tanpa kamu
Kupastikan peralihan itu
tetap indah kulihat
Seringkali mungkin
kurasa sepi
Namun kupastikan senja
itu tetap indah kurasa
Selamat menikmati
bintangmu disana
Dan aku akan tetap
menikmati senjaku disini
Selamat membersamai
langkahmu dengan dia
Akan ada saat yang indah
nanti..
Bersamamu atau tidak
bersamamu
Kupastikan itu indah.
29.01.2013
Flu berat, dingin, sepaket untuk menulis
Senja Tak Berpihak
Tulisan Hati
Anonymous
at
4/03/2012
Tuesday, 3 April 2012
Oleh: Si Elegan Senja
Kita selalu bisa bersama di setiap waktu. Tapi, kita tak pernah bergenggaman di senja. Sekalipun tak pernah. Sadarkah kau, kita tak pernah bisa sama-sama menemui senja. Kau tahu apa yang jadi inginku? Melewati senja denganmu. Memandang kilauan warna kuning keemasan itu bersamamu. Itu cukup untukku. Tapi rasanya, seakan senja selalu berlalu pergi, tak pernah berpihak untuk kita berdua.
Lelah di Senja
Tulisan Hati
Anonymous
at
3/17/2012
Saturday, 17 March 2012
Oleh: Si Elegan Senja
Mengeja namamu dibalik kilauan senja. Menggantungkan namamu pada baris-baris cahaya matahari keemasan yang perlahan-lahan menuju ufuk barat dan tenggelam dibalik lautan. Kini, aku tahu rasanya lelah. Lelah mengeja namamu tanpa lima jariku bertaut dengan lima jarimu. Masih saja bukan aku di senjamu. Masih saja bukan sepuluh jari kita yang bertaut di kilauan senja. Kini, aku tahu rasanya lelah.
Temui Aku di Senja
Tulisan Hati
Anonymous
at
2/10/2012
Friday, 10 February 2012
Oleh: Si Elegan Senja
Aku berdiri disini. Di suatu keindahan yang bernama senja. Berdiri di tepi pantai, memandang semburat keemasan yang elegan di langit sana. Kubiarkan ombak-ombak kecil menggulung manja di kakiku. Kutarik napas dalam-dalam, kunikmati aroma asin air laut memenuhi indera penciumanku. Kuhirup aroma asin itu sambil memandang langit yang berubah merah-kemerahan, kubiarkan kilau semburat senja menerpa wajahku. Kupejamkan mata, membayangkan sosokmu yang masih berkelit dibalik senja. Masih dengan mata terpejam, bibirku membuat gerakan, “Jangan terlalu lama. Aku tak ingin menunggu sampai bintang-bintang bermunculan. Datanglah..Temui aku di senja.”
Senja Tetaplah Senja
Tulisan Hati
Anonymous
at
2/06/2012
Monday, 6 February 2012
Oleh: Si Elegan Senja
Aku masih disini. Menikmati senja. Seorang diri. Dengan cara yang sederhana. Hari ini, aku berdiri didepan lautan biru, memandang senja yang menenangkan. Besok, mungkin aku akan ada di atas gunung untuk menikmati senja. Lusanya lagi, aku bisa ada dimanapun untuk menikmati senja. Entahlah. Tanpa kamu. hanya membuat sedikit perbedaan antara senja yang dulu dan sekarang. Selebihnya, senja tetaplah senja.
Aku masih disini. Menikmati senja. Seorang diri. Dengan cara yang sederhana. Hari ini, aku berdiri didepan lautan biru, memandang senja yang menenangkan. Besok, mungkin aku akan ada di atas gunung untuk menikmati senja. Lusanya lagi, aku bisa ada dimanapun untuk menikmati senja. Entahlah. Tanpa kamu. hanya membuat sedikit perbedaan antara senja yang dulu dan sekarang. Selebihnya, senja tetaplah senja.
Nanti.. Di Satu Senja
Tulisan Hati
Anonymous
at
2/05/2012
Sunday, 5 February 2012
Oleh: Si Elegan Senja
Nanti.. di satu senja, entah kapan itu. Kita akan berdiri di tepi pantai. Jari-jari kita akan menikmati putihnya pasir. Kita biarkan ombak-ombak kecil menggelitik kaki kita. Memeluk mesra kaki-kaki kita. Dan dengan sadar, tangan kita bertemu dalam satu genggaman mesra. Nanti.. senja itulah yang paling elegan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Total Pageviews
Categories
- #30HariMenulisHujan
- #30HariMenulisSuratCinta
- #30HariMenulisSuratCinta2014
- #30HariMenulisSuratCinta2015
- #Edisi KKN
- #PosCintaTribu7e #30HariMenulisSuratCinta2017
- About someone
- Barisan Puisi
- Berbagi Ilmu
- Buku dan novel
- catatan Hati
- Cepretan Hunting
- Cerita
- Cerpen
- Cinta
- Dari Sahabat
- feel better with this songs
- Juni
- kegiatan
- Keluarga
- Kita
- little secrets
- Program Blogger
- Rindu Merindu
- Si Elegan Senja
- Tentang Sahabat
- Tulisan Untuk Sahabat
- untuk-Mu Dzat Pemilik Segalanya
Popular Posts
Powered by Blogger.
Sohih blog
- Cha Ebhy
- Bang Attayaya
- Bang Almascatie
- Arumbai
- Mbak Anazkia
- Bengkel Seni Embun
- Yutha Syukaina
- Ayu Adriyani
- Jay Simanjuntak
- Kak Dhani
- Bang Roe Salampessy
- catatan Madz
- Kak Mike
- ceracau Sepasang Sepatu
- IsmiIsma
- Kak Wati Widawati
- Coretan Daney
- Mbak Vheena
- BahrieWattimena
- Ria Nugroho
- Galau Meracau
- Galeri Sakit Hati
- Goes2art
- Uchank
- Aswan Pratama
- Jemari Menari
- Kamar Puisi
- Kak Pyonk Alstrojo
- Ajeng Octadira
- Mbak Ola Hasan
- kriing! Pos! Pos!
- Ksatria Patah Hati
- fadhly Ali
- Perempuan Sore
- Teteh Pipiet Senja
- Planet Kertasium
- Sang Cerpenis Bercerita
- kak Rio Pratomo
- Amalia Ame Zul Hilmi
- Ikbal Rizki
- Writing Session Club
- My Bibub
- Ishak Marssy
Iklan
Labels
catatan Hati
(82)
Cinta
(36)
Cerita
(33)
Kita
(31)
Tentang Sahabat
(30)
Keluarga
(23)
Barisan Puisi
(19)
#30HariMenulisSuratCinta2014
(16)
Si Elegan Senja
(10)
Dari Sahabat
(8)
#PosCintaTribu7e #30HariMenulisSuratCinta2017
(7)
About someone
(7)
Buku dan novel
(7)
Tulisan Untuk Sahabat
(6)
#30HariMenulisHujan
(5)
untuk-Mu Dzat Pemilik Segalanya
(5)
#30HariMenulisSuratCinta2015
(4)
Juni
(4)
Rindu Merindu
(4)
feel better with this songs
(4)
kegiatan
(4)
#30HariMenulisSuratCinta
(3)
#Edisi KKN
(2)
Cepretan Hunting
(2)
Berbagi Ilmu
(1)
Cerpen
(1)
Program Blogger
(1)
little secrets
(1)