Showing posts with label untuk-Mu Dzat Pemilik Segalanya. Show all posts
Showing posts with label untuk-Mu Dzat Pemilik Segalanya. Show all posts

Ikhlas

Friday, 9 January 2015
Barangkali kamu mulai bosan meng-amin-kan segala doa baik yang aku haturkan kepada Tuhan kita. Barangkali telingamu mulai panas mendengar doa-doa itu memenuhi dinding-dinding kamarmu. Barangkali saja begitu...

Satu waktu doa yang lain dari biasanya, doa lain, beda dengan yang selalu kita aminkan bersama, doa itu kamu aminkan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Jika sudah begitu, aku harus bagaimana? Aku tidak ada daya menahan keikhlasanmu kepada Tuhan kita. Tenang saja, aku tidak sejahat itu. Maka jangan heran, bila suatu waktu segalanya akan berubah. Segala yang dimulai dengan keikhlasan akan selalu berjalan sesuai dengan keikhlasan itu. :")


Hidup Memang Sepaket kan, Tuhan?

Wednesday, 19 February 2014
Terkadang aku pikir hidup itu mudah
Banyak hal menyenangkan akan dilalui
Banyak pula orang-orang baik yang akan ditemui
Pelajaran manis kehidupan akan didapati

Satu waktu, aku salah
Hidup ternyata sepaket
Ada bahagia, ada sedih
ada orang baik, ada pula orang jahat
Pelajaran manis, ada juga pelajaran pahit yang akan didapat
Jalan tak selamanya lurus saja, bukan begitu?
Hidup memang sepaket.

Siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi?
Satu menit kemudian semuanya bisa berubah
segala yang dimiliki, bisa segera lenyap begitu saja
hidup layaknya permainan sulap belaka

Hidup memang sepaket.
selalu ada pagi sebagai pengingat bahwa selalu ada yg harus dikerjakan
dan malam selalu menjadi alarm bahwa rumah adalah tempat kembali
siapa yang mengira akan merasakan kehilangan?
Apapun itu, siapapun itu, kehilangan tetap menjadi momok yg tak diharapkan.

Namun, siapa pula yang bisa mengira
bila setelah airmata, tawa akan berlari memenuhi wajah kita?
siapa yang bisa mengira?
Hidup memang sepaket kan, Tuhan?
Maka aku berserah padaMu.
Kulabuhkan semua harapku, impiku di tanganMu
aku tak mungkin meminta terlalu banyak, aku bahkan takkan berdoa yang macam-macam
Takkan memaksa Tuhan yg kucinta dengan apa yg menjadi cita-citaku
Tuhan, terserah Engkau sajalah!
Toh, hidup memang sepaket kan Tuhan?


DUA PULUH TAHUN DALAM DOA

Monday, 11 June 2012
Hari ini 10 Juni, semesta memberikan kenikmatan yang luar biasa kepada seorang anak manusia yang merasa dirinya belum bisa apa-apa, belum mencapai titik puncak, seorang anak manusia yang masih tertatih menapaki setiap jalan yang terbentang di depan. Semesta ini memberikan cintanya kepada saya. Hari ini, saya merasa dihujani beribu bahkan jutaan doa dari orang-orang tersayang, dari mereka yang menyayangi dan yang saya sayangi. Doa itu dari mereka yang kusebut keluarga, saudara dan sahabat. 
 
Tak terasa sudah 20 tahun saya merasakan kenikmatan dari semesta, kenikmatan yang diberikan oleh Sang Khalik. Tak terasa, hari ini satu angka lagi ditambahkan dalam umur saya, namun sesungguhnya umur saya berkurang satu. 
Make a wish* kabulkan, Rabb :)

20 tahun ini ya Rabb.. banyak salah yang telah saya perbuat baik disengaja maupun tidak. Banyak khilaf dalam lisan dan perbuatan saya. Banyak komitmen dengan-Mu yang seringkali saya langgar ya Rabb. Entah sudah sebesar apa kesalahan yang saya perbuat dan seluas apa kesalahan itu, tapi satu Rabb, jangan memalingkan pandangan-Mu dari hamba, Rabb.. Jangan, Rabb.. hamba tak bisa tanpa Kau.

20 tahun ini ya Rabb.. banyak kenikmatan dan kebahagiaan yang kau limpahkan dalam hidup ini. Banyak syukur yang tak terkira. Banyak tawa yang Kau beri melalui mereka, Rabb. Entah kenikmatan apa yang Kau akan berikan kepada hamba lagi kedepannya, tapi kalau bisa hamba minta Rabb, bisakah Engkau memberikan kebahagiaan itu bukan hanya tukku saja, tapi untuk mereka yang menyimpanku didalam simfoni hati mereka. Bisakan, Rabb?

20 tahun ini ya Rabb.. saya dikelilingi oleh orang-orang yang terhebat, terbaik dan berarti dalam hidup saya. Kau mengirimkan mereka kepada saya, Kau menghadirkan mereka dalam hidup saya. Keluarga, Ibu dan Papa, perempuan dan lelaki sejati yang dari keringatnya saya minum, yang dari cintanya mereka saya tumbuh menjadi permata terbaik dalam keluarga ini. Kakak-kakak yang menjadi teladan, penunjuk jalan dalam melangkah, mereka  adalah sepasang sayap yang senantiasa sigap membantu saya untuk mengejar mimpi-mimpi. Mereka berempat adalah permata terindah dalam hidup saya. Anugerah terindah yang ada dalam hidup saya. Bila boleh saya meminta Rabb, saya ingin melihat mereka berempat bahagia dunia akhirat, saya ingin melihat mereka tetap bersinar berkilau sampai kapanpun, untuk kedua sumber hidupku, berikanlah mereka hidup bahagia di usia senjanya, berikan kami berlima kesempatan tuk membahagiakan mereka sampai sang kerudung hitam mendatangi mereka. Beri kami berlima kesempatan tuk berbakti dengan kepada mereka. Satu lagi Rabb, untuk keponakanku sayang, Naya, biarkan dia tumbuh menjadi gadis yang cemerlang, menjadi permata kecil indah yang akan berkilau.

Aku.. Kamu.. Pada 'Cinta'.

Sunday, 27 May 2012

hai, Blogger :) Lama saya gak nongol tuk posting nih. Bukan sombong ato apapun itu yaa, tapi emang lagi sibuk banget akhir-akhir ini, lagi minggu-minggu ujian jadinya belajar teruss. Hehehhe :D
But, sekarang saya mau posting salahsatu tulisan paling keren karya sahabatku, Lala. Let's read :)
***

Aku tak mau jatuh cinta padamu..
Krna rasanya pasti sakit kalo jatuh..
Tp, aku ingin mendarat mulus dlm cintamu..
Mendarat menggunakan parasut, dan tau letak koordinasi yg tepat buat mendarat pada cintamu..

Keindahanmu membuatku linglung.
Aku bner2 telah tenggelam dlm keindahanmu..
Ingin sekali berbincang denganmu, sambil menikmati kopi hangat menghabiskan waktu bersamamu.. Hnya berdua dgnmu..
Pesonamu bagaikan ekstasi yg bs membuatku kecanduan setengah mati. Jika dicicipi sedikit saja, kau akn membuatku akn terus mencarimu disemua tempat yg bs ku jangkau, bahkan di tempat yg tak terjangkau sekalipun, akn ku raih sebisaku!!

Aku merasa dekat dganmu..
Merasakan belaian mesramu dlm anganku..
Merasakan besar rasa syukur kpd Yang Maha Kuasa krna telah menciptakanmu..
Aku.. Akn mnceritakan semua ttgmu pada anak dan cucu ku kelak. Kan ku ajarkan mereka untuk mencintaimu..
Akan ku tunjukkan pada mereka, bahwa kaulah media yg Tuhan ciptakan untuk bs dekat denganNya..

Wahai Alam..
Dengarkanlah bisikkan mesraku ini..
Dengrkan teriakkan hasrat jiwa ini untuk bs bersamamu..
Sungguh sangat membuatku sesak nafas setiap kali mendengar mereka menceritakanmu keindahan mu dr mulut ke mulut, dr balik layar moderen itu..
'Semua pasti ad waktunya'
Iya.. Suatu saat.. Jika Tuhan mengijinkanku untuk bercumbu denganmu, aku akan sangat bersyukur.. Akan ku manfaatkan setiap detik bersamamu..

Aku mencintaimu wahai alam,, :')

Ambon, 8 april 2012
11.50pm.
-AN-

Aku, Perempuan yang Berdoa

Saturday, 7 January 2012
Aku tau, aku selalu saja meminta. Hampir 20 tahun hidup di dunia-Mu ini, aku hanya selalu meminta, padahal tak elak banyak pula salah yang aku lakukan dalam hidup ini, namun aku selalu hadir meminta, meminta dan meminta lagi. Tapi, aku tau Kau takkan bosan, hanya pada-Mu, aku meminta.

Tuhan, aku seorang perempuan yang sedang belajar memaknai hidup, mungkin banyak salah yang aku perbuat, namun bila ada satu atau dua kebaikan yang pernah aku perbuat, maka limpahkan pahala untukku. Tapi bila aku boleh menukarnya, aku ingin menukarnya dengan kebahagiaan untuk kedua orangtuaku, kakak-kakakku dan orang-orang yang selama ini menyayangiku maupun membenciku. Sayangilah mereka, peliharalah mereka. Tak perlu Kau memberikanku apapun lagi dan aku pun tak ingin meminta apapun untuk hidupku sendiri, cukuplah bagiku untuk mencintai-Mu. Sisanya, bila Kau tetap memaksaku berada dalam ruang-ruang permohonan yang ingin Kau kabulkan; bahagiakanlah orang tua dan keluargaku.

Tuhan, banyak yang belum aku lakukan dalam hidup ini. Aku belum bisa membahagiakan kedua orangtuaku, belum bisa membalas kebaikan mereka selama ini, jika kau berkenan, aku ingin umur yang panjang, penuh berkah dan rejeki yang berkah agar aku bisa membalas kebaikan Ibu dan Papa. Membalas setiap tetes keringat mereka. Aku ingin selesai kuliah tepat waktu dan mendapat cumlaude, setelah itu aku ingin mewujudkan keinginan Ibuku. Aku juga punya satu obsesi, obsesiku dari kecil, jika Kau berkenan maukah Kau memberikanku kesempatan untuk aku mewujudkannya? Tapi, kalau bisa, wujudkan dulu keinginan Ibuku, mengenai obsesiku ditepikan saja dulu, yang penting Ibuku bahagia. Sudikah Kau mengabulkannya, Tuhan? Bila Kau kabulkan, sungguh aku perempuan yang tak sanggup menolak.

Tuhan, aku anak bungsu dari lima bersaudara. Keempat kakak perempuanku semuanya sudah wisuda. Tak muluk-muluk inginku, aku hanya ingin bila Kau berkenan mohonlah berikan umur yang panjang dan kesehatan tuk Ibu dan Papaku, beri mereka kesempatan untuk bisa melihatku dengan baju toga, berfoto bangga dengan mereka. Rasanya tak adil bukan bila saat aku wisuda, salahsatu dari mereka tak Kau beri kesempatan tuk menyaksikanku naik diatas panggung dengan baju wisuda itu. Sudikah Kau mengabulkannya, Tuhan?