Ini adalah puisi hadiah ulangtahun dari senior, kakak, yang sangat saya idolakan. Kakak yang paling baik, dewasa dan mengerti apa yang dipikiran adiknya. Terimakasih kak Imam Ipaenin :))
*****
Mengerti Menjadi
Literasi waktumu yang menjadi domain bermakna antara hentak kaki pertama yang tak akan kau ingat simpul senyum bunda kala itu, adalah relung dan rona menjelma syukur dan asa, bahwa urat-urat yang menguatkan struktur tulang dan membantumu tertopang, kelak pasti kebahagiaan mereka.
Lampau yang kau lewat, nanti yang kau capai, kesemuanya harus bernilai bukan dengan angka melainkan bangga. Dan di beranda yang berisi huruf-huruf lugu, sirat surat yang kau rindu, dalam balut sampul warna bercampur merah biru, menjadi ungu, lalu dua puluh empat itu, pilihlah mengerti, agar menjadi.
- 10 Juni 2016
Langit berwarna kemerahan, menyala bagai disulut api. Arak-arakkan awan tampak merona jingga ditelan ufuk barat. Aku suka menikmati senja hingga pupus ditelan malam.
Showing posts with label Juni. Show all posts
Showing posts with label Juni. Show all posts
Surat Untuk Juni
Tulisan Hati
unhysakinah
at
6/10/2016
Friday, 10 June 2016
Dan ini khusus saya tuliskan untuk saya dan juni ini
****
24 tahun yang lalu
Ibuku menang banyak
Beliau memenangkan pertarungan hidup dan mati
Tugas mulia dimulai
24 tahun yg lalu
Ibuku menggendong seorang putri ditangannya
Putri kelimanya
Mengganjilkan jumlah, menggenapkan bahagia.
Senja ini aku tumbuh menjadi wanita
Mengagumi senja dan sajak-sajak
Tidak menyukai hujan
Tapi tetap menikmati bau tanah basah selepas hujan
Tidak menyukai hujan
Tetapi senang menunggu pelangi tiba
Aku,
Yang dengan angkuh terkadang
Egois membelenggu diri
Menjadi senjata makan tuan bagiku
Namun untuk langit Juni hari ini
Kualamatkan harap padaku
Kuamplopkan doa padaku
Amplop berwarna ungu dengan tulisan emas senja di bagian depannya
Amplopnya berwarna jingga keemasan
Agar semesta membantuku melangkah
Membentuk senja indah di langit mereka
Segala doa terapal Juni ini
Tertuju untukku sendiri
Aku mandi doa, menyenangkan
Aku mandi harap, meneduhkan.
Senja juni membuat amplop berisi harap ini indah
Seluruh senja juni ini kumasukkan dalam amplop
Aku menyimpannya sampai besok
Ah tidak, amplop ini untuk selamanya
Surat untuk yg menjalani hidup
Amplop ungu bercahaya jingga keemasan
Teralamatkan
Di rumahku
Untukku
****
24 tahun yang lalu
Ibuku menang banyak
Beliau memenangkan pertarungan hidup dan mati
Tugas mulia dimulai
24 tahun yg lalu
Ibuku menggendong seorang putri ditangannya
Putri kelimanya
Mengganjilkan jumlah, menggenapkan bahagia.
Senja ini aku tumbuh menjadi wanita
Mengagumi senja dan sajak-sajak
Tidak menyukai hujan
Tapi tetap menikmati bau tanah basah selepas hujan
Tidak menyukai hujan
Tetapi senang menunggu pelangi tiba
Aku,
Yang dengan angkuh terkadang
Egois membelenggu diri
Menjadi senjata makan tuan bagiku
Namun untuk langit Juni hari ini
Kualamatkan harap padaku
Kuamplopkan doa padaku
Amplop berwarna ungu dengan tulisan emas senja di bagian depannya
Amplopnya berwarna jingga keemasan
Agar semesta membantuku melangkah
Membentuk senja indah di langit mereka
Segala doa terapal Juni ini
Tertuju untukku sendiri
Aku mandi doa, menyenangkan
Aku mandi harap, meneduhkan.
Senja juni membuat amplop berisi harap ini indah
Seluruh senja juni ini kumasukkan dalam amplop
Aku menyimpannya sampai besok
Ah tidak, amplop ini untuk selamanya
Surat untuk yg menjalani hidup
Amplop ungu bercahaya jingga keemasan
Teralamatkan
Di rumahku
Untukku
Gadis Juni
Tulisan Hati
unhysakinah
at
6/10/2016
Ini puisi terbaru dari sahabat saya, Aniesa, puisi ini sebagai hadiah ulangtahun saya di Juni tahun ini. Sahabat saya ini mengirimnya via chat Line tadi pagi. Terimakasih Aniesa, Tuhan dan semesta memberkati setiap kata-katamu :))
*****
Tepat hari ini
juni melahirkan seorang anak gadis
terbuat dari sepotong senja dan beberapa percikan warna pelangi
ditambahkan tanah liat, sebongkah daging, dan ruh.
juni menyukai hujan
namun mungkin tidak untuk gadis ini
dalang menyebutnya gadis juni
mungkin ia, gadis juni, kadang jingganya menjadi kelabu saat hujan
suatu ketika ia bercerita
ia benci hujan
karena hujan selalu membasahi puisi-puisinya
juni menyukai hujan
mencintai setiap genangan air yg sering sekali bermain dengan bias lampu jalan
sedangkan ia,
menyukai puisi,
juga aroma kekasihnya.
lantas mengapa ia dinamakan gadis juni oleh sang dalang?
oh.
karena ia dan juni adalah kontras
saling membelakangi
saling membutuhkan.
saling memerhatikan dalam diam
karena sungguh juni sangat menyayanginya.
saat adzan dinyanyikan di telinganya.
juni tahu, ia akan tumbuh menjadi gadis yang setia pada cinta dan persahabatan.
terima kasih masih memilih setia
setelah badai besar yang tak henti2nya menghantam dinding hati.
dan goresan-goresan dalam yang entah sudah berapa banyak.
semoga semesta mengamini semua doa dalam bulan mulia ini. untukmu.
selamat hari lahir kembali :)
selamat menjadi tua.
selamat menjadi dewasa lagi.
selamat menjalani siklus hidupmu yg diperbaharui setiap tahunmu.
selamat ulang tahun gadis senja.
selamat ulang tahun, sahabat. :)
*****
Tepat hari ini
juni melahirkan seorang anak gadis
terbuat dari sepotong senja dan beberapa percikan warna pelangi
ditambahkan tanah liat, sebongkah daging, dan ruh.
juni menyukai hujan
namun mungkin tidak untuk gadis ini
dalang menyebutnya gadis juni
mungkin ia, gadis juni, kadang jingganya menjadi kelabu saat hujan
suatu ketika ia bercerita
ia benci hujan
karena hujan selalu membasahi puisi-puisinya
juni menyukai hujan
mencintai setiap genangan air yg sering sekali bermain dengan bias lampu jalan
sedangkan ia,
menyukai puisi,
juga aroma kekasihnya.
lantas mengapa ia dinamakan gadis juni oleh sang dalang?
oh.
karena ia dan juni adalah kontras
saling membelakangi
saling membutuhkan.
saling memerhatikan dalam diam
karena sungguh juni sangat menyayanginya.
saat adzan dinyanyikan di telinganya.
juni tahu, ia akan tumbuh menjadi gadis yang setia pada cinta dan persahabatan.
terima kasih masih memilih setia
setelah badai besar yang tak henti2nya menghantam dinding hati.
dan goresan-goresan dalam yang entah sudah berapa banyak.
semoga semesta mengamini semua doa dalam bulan mulia ini. untukmu.
selamat hari lahir kembali :)
selamat menjadi tua.
selamat menjadi dewasa lagi.
selamat menjalani siklus hidupmu yg diperbaharui setiap tahunmu.
selamat ulang tahun gadis senja.
selamat ulang tahun, sahabat. :)
Senja Bulat Penuh Untuk 10 Junimu
Tulisan Hati
unhysakinah
at
6/10/2016
Nah kalau ini postingan lama hadiah ulangtahun dari sahabat saya yang sama-sama mengagumi senja untuk 10 Juni saya. Ini tulisan favorit saya, teman saya ini menulisnya di blog pribadi miliknya Ayu
*****
Dear perempuan penggemar senja
Bersama surat ini kukirimkan senja bulat penuh, senja keemasan di ufuk tempat mata kita setia menunggu sebelum gelap. Hanya, maaf saja, tak ada angin dan debur ombak, seperti senja untuk Alina oleh Om Seno.
Oh iya, hampir saja kulupa. Bersama dengan Senja ini terhantur doa-doa tak terucap. Menjelma sederhana, menjelma cinta.Tak lupa, ada kebaikan di dalamnya. Silahkan kau rapal.
Sepaket Senja ini kukirim dalam perjalanan di atas jalan layang, menembus gedung-gedung pongah, beradu cepat dengan sibuknya mereka.Bukan dari tepi permadani maha kaya, tempat para nelayan mempertaruhkan cinta dan perahunya mengadu nasib.
Kau pasti terkejut dengan kiriman ini.Aku memang tak kunjung khatam merapalmu, namun pasti kau akan menyukainya. Tak bermaksud membenci fajar, hanya saja bersiap menghadapi temaram dengan perbincangan hangat itu lebih sering kita lakukan. Mungkin benar, dalam banyak hal kita hanya butuh membiasakan.
Untuk miladmu, senja ini kumasukkan dalam amplop berwarna emas. Tak benar-benar berwarna emas sebetulnya, cahaya senjalah yang berpendar keluar. Kau mungkin tak punya banyak waktu untuk mendengar, jika lisanku yang menyapa. Maka lewat senja ini kuharap kau mampu merapal kata-kata yang tak sempat terucap, terlebih tertulis.
Hanya saja, bergegaslah membuka amplop ini, saat bola waktu yang menggelinding telah menyampaikannya padamu. Seperti coklat panas yang nikmatnya berkurang saat dingin mulai membunuhnya.Senja inipun harus cepat-cepat menemui tujuannya. Karena esok hari, lain cerita.
Saat kau buka, Negeri Senja adalah untukmu. Karena ini miladmu, aku mengalah. Kau pemiliknya sekarang. Tinggallah disana, tidak usah terlalu lama. Cukup kau habiskan 10 Junimu disana.
Tenang saja, senja abadi disana. Itu sebabnya, kukirim ini sehari sebelum 10 Junimu menyapa. Syukurlah tak ada hujan bulan Juni sore ini untukmu. Iapun telah berjanji, tak akan menyapamu dalam dua hari ini. hanya untukmu. Setelahnya, kau pun bisa bersuka cita bersama sulaman rindu langit kepada tanah.
Untukmu perempuan penggemar senja, perempuan dari Ambon yang selalu manis, si peramu kata, Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Terima kasih telah menjadi kawan setia menggagumi senja, membumikan senja-senja sebelumnya dengan cerita-cerita hangat. Seperti senja, sandikala, dan cakrawala, Semesta mengajarkan bahwa kawan kita butuhkan untuk menyadari kalau sendiri adalah indah yang belum sempurna.
Selamat menikmati.
*****
Dear perempuan penggemar senja
Bersama surat ini kukirimkan senja bulat penuh, senja keemasan di ufuk tempat mata kita setia menunggu sebelum gelap. Hanya, maaf saja, tak ada angin dan debur ombak, seperti senja untuk Alina oleh Om Seno.
Oh iya, hampir saja kulupa. Bersama dengan Senja ini terhantur doa-doa tak terucap. Menjelma sederhana, menjelma cinta.Tak lupa, ada kebaikan di dalamnya. Silahkan kau rapal.
Sepaket Senja ini kukirim dalam perjalanan di atas jalan layang, menembus gedung-gedung pongah, beradu cepat dengan sibuknya mereka.Bukan dari tepi permadani maha kaya, tempat para nelayan mempertaruhkan cinta dan perahunya mengadu nasib.
Kau pasti terkejut dengan kiriman ini.Aku memang tak kunjung khatam merapalmu, namun pasti kau akan menyukainya. Tak bermaksud membenci fajar, hanya saja bersiap menghadapi temaram dengan perbincangan hangat itu lebih sering kita lakukan. Mungkin benar, dalam banyak hal kita hanya butuh membiasakan.
Untuk miladmu, senja ini kumasukkan dalam amplop berwarna emas. Tak benar-benar berwarna emas sebetulnya, cahaya senjalah yang berpendar keluar. Kau mungkin tak punya banyak waktu untuk mendengar, jika lisanku yang menyapa. Maka lewat senja ini kuharap kau mampu merapal kata-kata yang tak sempat terucap, terlebih tertulis.
Hanya saja, bergegaslah membuka amplop ini, saat bola waktu yang menggelinding telah menyampaikannya padamu. Seperti coklat panas yang nikmatnya berkurang saat dingin mulai membunuhnya.Senja inipun harus cepat-cepat menemui tujuannya. Karena esok hari, lain cerita.
Saat kau buka, Negeri Senja adalah untukmu. Karena ini miladmu, aku mengalah. Kau pemiliknya sekarang. Tinggallah disana, tidak usah terlalu lama. Cukup kau habiskan 10 Junimu disana.
Tenang saja, senja abadi disana. Itu sebabnya, kukirim ini sehari sebelum 10 Junimu menyapa. Syukurlah tak ada hujan bulan Juni sore ini untukmu. Iapun telah berjanji, tak akan menyapamu dalam dua hari ini. hanya untukmu. Setelahnya, kau pun bisa bersuka cita bersama sulaman rindu langit kepada tanah.
Untukmu perempuan penggemar senja, perempuan dari Ambon yang selalu manis, si peramu kata, Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertaimu. Terima kasih telah menjadi kawan setia menggagumi senja, membumikan senja-senja sebelumnya dengan cerita-cerita hangat. Seperti senja, sandikala, dan cakrawala, Semesta mengajarkan bahwa kawan kita butuhkan untuk menyadari kalau sendiri adalah indah yang belum sempurna.
Selamat menikmati.
Dari kawanmu yang juga mengagumi senja
Subscribe to:
Posts (Atom)
Total Pageviews
Categories
- #30HariMenulisHujan
- #30HariMenulisSuratCinta
- #30HariMenulisSuratCinta2014
- #30HariMenulisSuratCinta2015
- #Edisi KKN
- #PosCintaTribu7e #30HariMenulisSuratCinta2017
- About someone
- Barisan Puisi
- Berbagi Ilmu
- Buku dan novel
- catatan Hati
- Cepretan Hunting
- Cerita
- Cerpen
- Cinta
- Dari Sahabat
- feel better with this songs
- Juni
- kegiatan
- Keluarga
- Kita
- little secrets
- Program Blogger
- Rindu Merindu
- Si Elegan Senja
- Tentang Sahabat
- Tulisan Untuk Sahabat
- untuk-Mu Dzat Pemilik Segalanya
Popular Posts
Powered by Blogger.
Sohih blog
- Cha Ebhy
- Bang Attayaya
- Bang Almascatie
- Arumbai
- Mbak Anazkia
- Bengkel Seni Embun
- Yutha Syukaina
- Ayu Adriyani
- Jay Simanjuntak
- Kak Dhani
- Bang Roe Salampessy
- catatan Madz
- Kak Mike
- ceracau Sepasang Sepatu
- IsmiIsma
- Kak Wati Widawati
- Coretan Daney
- Mbak Vheena
- BahrieWattimena
- Ria Nugroho
- Galau Meracau
- Galeri Sakit Hati
- Goes2art
- Uchank
- Aswan Pratama
- Jemari Menari
- Kamar Puisi
- Kak Pyonk Alstrojo
- Ajeng Octadira
- Mbak Ola Hasan
- kriing! Pos! Pos!
- Ksatria Patah Hati
- fadhly Ali
- Perempuan Sore
- Teteh Pipiet Senja
- Planet Kertasium
- Sang Cerpenis Bercerita
- kak Rio Pratomo
- Amalia Ame Zul Hilmi
- Ikbal Rizki
- Writing Session Club
- My Bibub
- Ishak Marssy
Iklan
Labels
catatan Hati
(82)
Cinta
(36)
Cerita
(33)
Kita
(31)
Tentang Sahabat
(30)
Keluarga
(23)
Barisan Puisi
(19)
#30HariMenulisSuratCinta2014
(16)
Si Elegan Senja
(10)
Dari Sahabat
(8)
#PosCintaTribu7e #30HariMenulisSuratCinta2017
(7)
About someone
(7)
Buku dan novel
(7)
Tulisan Untuk Sahabat
(6)
#30HariMenulisHujan
(5)
untuk-Mu Dzat Pemilik Segalanya
(5)
#30HariMenulisSuratCinta2015
(4)
Juni
(4)
Rindu Merindu
(4)
feel better with this songs
(4)
kegiatan
(4)
#30HariMenulisSuratCinta
(3)
#Edisi KKN
(2)
Cepretan Hunting
(2)
Berbagi Ilmu
(1)
Cerpen
(1)
Program Blogger
(1)
little secrets
(1)